| 326 Views
Gen Z: Darurat Kesehatan Mental
Oleh : Siti Hulfiya
Anggota Aliansi Penulis Rindu Islam
Arus teknologi yang saat ini begitu cepat memberikan dampak positif bagi Gen Z. Tidak dapat di pungkiri teknologi memang membawa banyak kemudahan dalam mengakses informasi. Namun dibalik dampak positif, juga ada dampak negatif dari canggihnya teknologi. Bahkan bisa jauh lebih besar terhadap Gen Z.
Kita banyak mendengar dan melihat baik dari media maupun secara langsung betapa banyak Gen Z yang mengalami gangguan kesehatan mental. Sebut saja kasus bunuh diri yang dilakukan oleh remaja di area parkir Metropolitan Mall, Bekasi seperti yang dilansir Kompas.id (22/10/2024).
Data yang mengejutkan juga didapat melalui Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), yaitu survei kesehatan mental nasional pertama untuk remaja 10-17 tahun di Indonesia. Hasil survei menunjukkan satu dari tiga remaja Indonesia menghadapi masalah kesehatan mental, artinya setara dengan 15,5 juta remaja. Yang lebih mengejutkan satu dari dua puluh remaja (2,45 juta) terdiagnosis gangguan mental, sesuai dengan panduan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Edisi Kelima (DSM-5) yang menjadi panduan penegakan diagnosis gangguan mental di Indonesia. Dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (16/10/2024).
Kesehatan mental yang banyak diderita oleh remaja adalah gangguan cemas, depresi, perundungan, tekanan akademik dan perubahan lingkungan.
Gen Z lahir ditengah arus teknologi digital yang masif. Mau tidak mau Gen Z ikut arus masif tersebut. Yang menjadi persoalan Gen Z adalah belum dibekali bekal keimanan sehingga menggunakan teknologi secara bebas tanpa batas. Hal ini diperparah lagi dengan sistem sekuler saat ini sehingga sangat minim penguatan keimanan di sekolah.
Maka tidaklah mengherankan generasi muda lebih berpikir pragmatis dalam menghadapi persoalan hidupnya. Sistem sekuler saat ini tentu sangat jauh dengan Islam ketika memandang generasi.
Di dalam Islam, generasi muda adalah kunci kebangkitan. Potensi ini harus diaktivasi agar tidak hilang di tengah jalan. Peran negara penting dalam melakukan aktivasi tersebut. Negara akan memberikan pembinaan terhadap generasi muda mengenal akidah Islam. Kepribadian Islam pun akan terbentuk dan tidak akan rapuh oleh arus teknologi.