| 9 Views
Gaza Terus Diserang, Dihancurkan, dan Diblokade, Urgensi Tegaknya Perisai Umat Islam
Oleh: Yeni Ummu Alvin
Aktivis Muslimah
Kondisi umat Islam di Gaza semakin menderita. Israel semakin membabi buta membunuhi warga sipil. Tidak cukup hanya itu, Israel bahkan menjadikan tenda-tenda penampungan pengungsi sebagai target pemboman. Zionis Israel juga terus melanjutkan blokadenya, padahal jelas-jelas itu melanggar perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati bersama.
Israel telah menerapkan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak tahun 2007, yang menempatkan sekitar 2,4 juta penduduk wilayah tersebut di ambang kelaparan. Krisis ini semakin memburuk setelah tentara Israel meluncurkan serangan brutal selama 2 tahun terakhir sejak Oktober 2023. Hingga kini, konflik tersebut telah menelan lebih dari 72.000 korban jiwa, melukai lebih dari 172.000 orang, dan menyebabkan kehancuran masjid serta infrastruktur di seluruh wilayah Gaza. OHCHR juga telah memverifikasi kematian hampir 300 jurnalis sejak Oktober 2023.
Rasa kemanusiaan dan aksi solidaritas telah mendorong komunitas internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui armada Global Sumud Flotilla. Namun sayangnya, pasukan angkatan laut Israel mencegah kapal bantuan kemanusiaan ini dan menyita lebih dari 20 kapal dari Global Sumud Flotilla.
Kondisi ini menjadikan Zionis Israel menuai sorotan internasional. Sebanyak 211 aktivis dilaporkan ditangkap oleh militer Zionis dan 31 aktivis terluka. Pemerintahan Jerman dan Italia mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam tindakan Israel dan dianggap sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab karena tidak menghormati hukum internasional. Israel kerap mengabaikan hukum laut internasional dan menggunakan label “terorisme” untuk memberangus gerakan solidaritas global bagi kemanusiaan di Palestina.
Pencegatan kapal Global Sumud Flotilla bukan pertama kali dilakukan oleh Israel. Ini adalah kali kedua setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 2025. Sungguh, kebrutalan dan kebiadaban yang dilakukan Israel telah melampaui batas kemanusiaan. Namun sayang, setiap aksi yang dilakukannya hanya diberi kecaman saja. Di mana negeri Muslim? Kenapa hanya terdiam? Kenapa tidak ada satu pun yang tergerak mengirimkan angkatan lautnya untuk melindungi kapal-kapal tersebut?
Keterpurukan dan kelemahan umat Islam saat ini adalah dampak dari jauhnya umat dari syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sejak runtuhnya Kekhilafahan Utsmaniyah, umat Islam bak ayam kehilangan induknya. Umat terpecah belah menjadi lebih dari 50 negara, kehilangan arah tujuan, kehilangan identitasnya sebagai khairu ummah, umat terbaik, dan berubah menjadi pembebek Barat yang tunduk pada setiap aturan dan kebijakannya. Islam yang dulunya satu tubuh sekarang menjadi bangsa yang terpecah-pecah. Penderitaan yang dialami rakyat Gaza tidak lagi dapat dirasakan, hanya sekadar simpati dengan kemarahan yang disampaikan dalam bentuk kecaman.
Kemarahan umat atas pencegahan kapal Global Sumud Flotilla harus diarahkan bukan hanya sekadar pada kecaman semata. Kenyataan ini harus membuka mata dunia bahwasanya Palestina masih terjajah. Kecaman saja tidak akan berguna selama kaum Muslim masih terkungkung dalam ikatan nation state. Sistem nation state tidak dirancang untuk melindungi umat Islam, akan tetapi menjaga eksistensi Zionis. Palestina merupakan tanah kaum Muslim. Melindungi dan menjaganya adalah kewajiban umat Islam. Membiarkan Zionis Israel menyerang, menghancurkan, dan memblokade Palestina dan Gaza merupakan kemungkaran.
Kemungkaran yang terjadi terhadap Palestina dan negeri Muslim lainnya wajib diubah dengan kepemimpinan tertinggi yang dimiliki oleh umat. Akar masalahnya adalah tidak adanya negara yang berdiri atas landasan akidah Islam, sehingga negeri-negeri Muslim, termasuk Palestina, menjadi sasaran empuk penjajah kapitalis Barat.
Untuk itu, urgensi tegaknya perisai umat Islam, yaitu Khilafah Islamiyyah, yang akan menjadi satu-satunya institusi yang secara syar’i memiliki kewenangan dan kewajiban untuk melindungi kaum Muslimin yang ditindas oleh kekuatan zalim dengan jihad fi sabilillah.
Perjuangan mewujudkan Khilafah adalah kewajiban yang harus ditempuh umat Islam. Membangun kepemimpinan politik Islam yang bertumpu pada ideologi yang sahih merupakan suatu kebutuhan yang mendesak. Untuk itu, dibutuhkan adanya kesadaran yang mendalam akan pentingnya aktivitas dakwah mengikuti metode perjuangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mewujudkan Khilafah sebagai perisai, junnah. Khilafah hanya akan tegak atas dukungan dan keridaan mayoritas umat Islam.
Wallahu a’lam bishshawab.