| 44 Views
Gaza Terputus dari Dunia: Saatnya Umat Islam Bersatu
Oleh: Rina Rahmawati
Pada Kamis (18/9/2025), jaringan internet dan telepon di Gaza mendadak lumpuh total. Perusahaan Telekomunikasi Palestina (Paltel) menjelaskan, hal itu terjadi setelah jalur utama jaringan mereka dihancurkan oleh serangan Israel. Fakta ini memperlihatkan bahwa pemutusan komunikasi bukanlah masalah teknis biasa, melainkan bagian dari strategi perang.
Bagi penduduk Gaza, akibatnya sangat berat. Banyak keluarga tidak tahu kabar orang terdekat, rumah sakit terhambat dalam menyelamatkan pasien, lembaga kemanusiaan pun kesulitan memantau kondisi lapangan. Sebagian warga bahkan harus naik ke tempat tinggi demi mendapatkan sisa sinyal lemah untuk mengirim pesan darurat. Semua ini berlangsung di tengah masuknya tank-tank Israel ke jantung Kota Gaza.
Di era digital, internet adalah sarana utama untuk menyampaikan informasi. Israel paham betul, dengan mematikan jaringan, kebiadaban mereka sulit terpantau dunia luar. Warga Gaza pun makin terisolasi, tidak bisa mengorganisir perlawanan atau meminta pertolongan secara cepat.
Inilah wajah nyata kolonialisme modern: bukan hanya menyerang fisik, tapi juga membungkam suara rakyat tertindas. Tragisnya, negara-negara besar hanya berhenti pada kecaman, tanpa langkah nyata untuk menghentikan penjajahan.
Islam tidak membiarkan kaum tertindas berjuang sendirian. Allah ﷻ berfirman:
“Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita, maupun anak-anak yang berdoa: ‘Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri yang zalim penduduknya, dan berilah kami pelindung serta penolong dari sisi-Mu’.” (QS. An-Nisa: 75).
Ayat ini mengingatkan bahwa membela rakyat yang dizalimi adalah kewajiban. Bantuan kemanusiaan saja tidak cukup. Umat Islam membutuhkan persatuan dan kepemimpinan yang menyatukan kekuatan politik, ekonomi, dan militer. Hanya dengan cara itulah, penjajahan dapat benar-benar dihentikan, bukan sekadar dikecam.
Terputusnya internet di Gaza adalah bukti baru betapa brutalnya Israel dalam menindas rakyat Palestina. Dunia mungkin terus bungkam, tapi umat Islam tidak boleh berdiam diri. Saatnya umat islam kembali bersatu di bawah naungan khilafah, agar mampu melindungi saudara seiman dan menghentikan kezaliman yang sudah berlangsung terlalu lama.
Wallahu a'lam bishawab