| 335 Views
Gaza Menyambut Ramadhan Masih dalam Penjajahan
Oleh : Rasyidah
Pegiat Literasi
Sungguh miris rasanya, mendengar usulan bahwa Donald trump punya keinginan memindahkan warga Palestina. Dilansir BBC.Com (20-2-2025) Mesir dan sejumlah negara di Arab sedang menyusun rencana membangun kembali Gaza untuk memastikan warga Palestina tetap berada di wilayah tersebut tanpa harus mengungsi. Langkah itu merupakan respons terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang ingin memindahkan warga Palestina.
Dalam usulannya, Mesir dan sejumlah negara Arab juga berencana membangun mekanisme pemerintahan di Jalur Gaza tanpa keterlibatan Hamas. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengusulkan agar warga Palestina dipindah ke Mesir, Yordania, dan kemungkinan negara lain.
Dia juga berniat mengambil alih Gaza dan mengubahnya menjadi "Riviera of The Middle East" atau kawasan pesisir yang indah di Timur Tengah.
Tak lama lagi kaum muslimin akan memasuki bulan mulia, yakni bulan ramadhan. Tak terkecuali saudara-saudara kaum muslimin yang di gaza juga ikut menyambut bulan penuh penuh berkah ini. Namun, sayangnya Kondisi ramadhan tahun ini pun Gaza tak beranjak dari keterpurukan dan kesedihan. Padahal ramadhan dan hari kemenangan di depan mata.
Saat umat Islam sedunia seharusnya bergembira dengan tenang menyambut bulan mulia, bulan ramadhan. Namun tidak, dengan kaum muslim di Gaza.
Berbagai solusi sudah ditempuh untuk membebaskan Palestina dan gaza. namun sampai detik ini juga belum mengakhiri derita rakyat Palestina. Malah yang terjadi adalah pengkhianatan Zionis atas perjanjian gencatan senjata terus terjadi. Semua ini terjadi karena umat Islam tidak memiliki pelindung atau junnah. Sementara itu, para penguasa negeri muslim cenderung diam dan menjadi ‘pelindung’ Zionis.
Kejahatan genosida atas kaum muslimin di Gaza tak cukup hanya sekedar melakukan pembelaan atau hanya sekedar donasi. Tapi perlu di sadari jika selama negara Arab dan dunia Islam masih terkukung pada AS, maka sudah pasti Donald Trump tetap punya maksud terselubung untuk membantu Israel merampas tanah kaum muslimin.
Gaza dan bumi Palestina butuh solusi hakiki untuk bebas dari penjajahan. Sebab, Palestina adalah tanah wakaf kaum muslim yang harus dijaga dan tidak boleh dimiliki oleh siapa pun, baik sebagian kecil apalagi sebagian besar.
Penjajahan atas gaza bukanlah sekedar persoalan bagi mereka saja, ataupun bagi penduduk Palestina. Melainkan adalah urusan persoalan seluruh kaum muslimin. Ramadhan kali ini, seharusnya membuat kamu muslimin seluruh dunia untuk tetap mendukung dan sadar, bahwa urgensi atas kemerdekaan bagi bumi gaza masih tetap menjadi sorotan yang wajib di suarakan.
Maka dari itu, seharusnya umat makin menyadari pentingnya kepemimpinan Islam untuk melawan dan mengusir orang-orang kafir dari tanah Palestina. Dan menyadari ketiadaan Junnah kaum Muslimin berarti membiarkan umat muslim di Gaza hidup sengsara, padahal mereka adalah saudara seiman.
Dan moment ramadhan tahun ini, semoga bisa menyadarkan kepada seluruh kaum muslimin dunia, bahwa persoalan atas gaza dan bumi Palestina tidak bisa di selesaikan dengan genjatan senjata, ataupun solusi dua negara. Namun, semoga umat bisa bangkit dan sadar bahwa tegaknya khilafahlah sebagai junnah yang akan menyatukan kaum muslimin dan mampu membebaskan Kaum muslimin di gaza akibat penjajahan israel laknatullah.
Tentu, tegaknya khilafah islamiyah membutuhkan dakwah dari kelompok dakwah Islam ideologis yang menyeru umat untuk memahami islam secara kaffah sebagaimana firman Allah dalam Q. S Al-Baqarah ayat 208, artinya: "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Selain itu, harus berjuang dengan menempuh jalan sebagaimana kelompok dakwah Rasulullah. Allah berfirman dalam Q.S Al-Imran ayat 104 yang artinya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, Merekalah orang-orang yang beruntung".
Untuk itu umat Islam harus bersatu menjadi satu kekuatan besar. Sebagaimana dulu umat Islam pernah bersatu dalam sebuah institusi dunia yang memimpin peradaban. Selama tiga belas abad lebih tak ada yang bisa mengusik Islam. Islam bahkan bisa menaungi semua umat non Islam. Yahudi, Nasrani dan Islam hidup harmonis dibawah pemerintahan Islam.
Dibawah komando kempimpinan islam jihad akan di kerahkan untuk menuntaskan masalah penjajahan yang terjadi di bumi gaza. Jihad adalah satu-satunya jalan untuk membebaskan al-Quds dan Palestina. Bukan dengan perdamaian, apatah lagi sekadar retorika belaka yang tidak mampu memberi dampak apa pun. Di bawah naungan khilafah, maka tanah, darah, harta, dan nyawa kaum muslim dilindungi. Demikian juga para penguasa (khalifah) akan menjadi perisai terhadap seluruh rakyatnya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
Imam (khalifah) itu laksana perisai; kaum muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya (HR Muslim).
Wallahualam bissawab