| 80 Views

Gaza Baik-Baik Saja, Kebohongan Barat kepada Dunia

Warga Palestina berlindung dari hujan di depan tenda buatan dekat reruntuhan rumah mereka yang menurut saksi mata hancur dalam serangan tujuh minggu Israel, di timur Kota Gaza, Minggu (19/10). (REUTERS/Mohammed Salem)

Oleh: Finis

Tenda-tenda yang menampung warga Gaza yang mengungsi tak mampu menahan hujan pertama musim dingin. Sejumlah tenda sobek dan roboh, membuat keluarga-keluarga pengungsi tersisa tanpa perlindungan sama sekali. Dalam hitungan menit, kain lusuh yang menjadi satu-satunya tempat berlindung berubah menjadi genangan lumpur yang menahan langkah anak-anak dan membasahi kepala para ibu yang berusaha melindungi sisa barang-barang mereka. Saat hujan deras mengguyur, ribuan keluarga pengungsi menghadapi babak baru dari penderitaan panjang mereka setelah sebelumnya berjuang menghadapi kelaparan dan dua tahun serangan Israel (aa.com.tr/id, 20/11/2025).

Krisis kemanusiaan di Gaza yang terjadi saat ini sangat memprihatinkan. Sejak gencatan senjata 10 Oktober 2025, kondisi rakyat Gaza tidak berubah sedikit pun dari sebelum gencatan senjata. Bahkan kondisi makin memprihatinkan dengan datangnya musim dingin di Gaza. Cuaca yang dingin dan turunnya hujan lebat menjadikan tenda-tenda mereka hancur dan tergenang air sehingga mereka kehilangan tempat berteduh. Mereka tidak tahu lagi ke mana harus mencari tempat berlindung. Bantuan peralatan hunian seperti tenda dan rumah mobil juga diblokir oleh Zionis, menyebabkan kondisi rakyat Gaza makin memprihatinkan. Semua itu akibat pengkhianatan Israel atas gencatan senjata yang diprakarsai AS.

Gencatan senjata hanyalah cara licik Zionis-AS untuk melanggengkan penjajahan di Palestina dan membangun opini kepada dunia bahwa Gaza saat ini sedang baik-baik saja. Padahal persoalan yang sesungguhnya adalah bahwa Gaza sedang berada di bawah penjajahan. Masalah itu hanya dapat diselesaikan ketika Zionis diusir dari Palestina. Dengan begitu, Palestina dapat hidup dengan aman tanpa pendudukan Zionis. Oleh karena itu, gencatan senjata hanyalah kedok Israel-AS untuk mengelabui dunia bahwa Gaza saat ini dalam kondisi baik-baik saja.

Penerapan sistem kapitalisme-sekuler menjadikan dunia Islam berada di bawah penguasaan Barat. Selama solusi untuk Palestina dirancang oleh Barat, selama itu pula kemenangan Palestina hanyalah semu. Karena sejatinya, mereka bertujuan melanggengkan penjajahan Zionis atas Gaza demi kepentingan politik, militer, dan ekonomi mereka.

Umat Islam tidak seharusnya hidup dalam kondisi yang terus menerus penuh dengan kebohongan, penindasan, ketakutan, dan ketidakberdayaan. Umat Islam harus segera bangkit hidup dalam fitrahnya, yaitu hidup dalam aturan Islam yang membawa ketenteraman, keamanan, dan keimanan kepada Allah SWT.

Para pemimpin negeri-negeri kaum muslimin hendaknya segera menyadari kekeliruannya dan segera mengambil Islam sebagai aturan hidup, kemudian menerapkannya atas seluruh kaum muslimin. Firman Allah SWT: “Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al-Maidah: 50).

Ayat ini menegur keras kaum muslimin agar tidak mengambil aturan selain aturan Allah. Islam menegaskan bahwa penjajahan fisik berupa genosida dan perebutan wilayah kaum muslimin di Gaza akan tuntas dengan jihad fi sabilillah sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT. “Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 190).

Sejak awal pendudukan, warga Gaza telah memerangi Zionis sekuat tenaga. Hanya saja kekuatan mereka tidak sebanding dengan kekuatan penjajah sehingga belum cukup untuk menghantarkan kepada kemenangan. Hal ini seharusnya menyadarkan kaum muslimin bahwa kita membutuhkan institusi negara yang menyatukan seluruh negeri kaum muslimin, yaitu khilafah. Khilafah adalah sebuah institusi politik yang merupakan perisai bagi seluruh kaum muslimin. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya imam itu adalah perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.” (HR. Muslim).

Khilafah bukan sekadar struktur pemerintahan, tetapi mekanisme nyata yang akan menghapus segala bentuk penjajahan atas rakyatnya. Dalam kitab Ajhizah Ad-Dawlah Al-Khilafah disebutkan: “Allah SWT memuliakan kaum muslimin dengan menjadikan mereka sebagai pengemban risalah ke seluruh dunia. Allah juga menentukan metode untuk mengemban risalah Islam, yaitu dengan dakwah dan jihad, sampai pada tingkat kemampuan menundukkan musuh dan membebaskan berbagai negeri. Maka latihan kemiliteran menjadi wajib sebagaimana jihad.” (Syekh Taqiyuddin An-Nabhani).

Dengan kekuatan militer terpusat, kebijakan luar negeri independen, dan persatuan wilayah kaum muslimin yang strategis, khilafah mampu menolak dominasi kekuatan global serta melindungi nyawa kaum muslimin di mana pun mereka terancam. Solusi hakiki ini tidak akan terjadi begitu saja. Solusi ini harus diperjuangkan dan terus disuarakan melalui dakwah Islam ideologis. Dakwah yang menjelaskan bahwa Islam bukanlah agama ritual semata, melainkan sistem kehidupan yang lengkap mencakup politik, ekonomi, pendidikan, pertahanan, dan hubungan internasional.

Dakwah ideologis harus menyeru umat kepada penerapan Islam secara kaffah di bawah institusi negara, yaitu khilafah, dan menyeru kepada umat bahwa solusi hakiki masalah Palestina adalah jihad dan khilafah. Hanya dengan kepemimpinan Islam yang memandang penjajahan sebagai kezaliman yang harus dihapuskan, umat akan kembali memiliki pelindung yang mampu mengembalikan kehormatan dan membebaskan wilayahnya yang terjajah.

Wallahu a’lam.


Share this article via

28 Shares

0 Comment