| 47 Views
Gaji DPR Naik Drastis, Rakyat Menangis
Oleh: Sri Runingsih
Aktivis Dakwah
"Egi Primayogha" selaku Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap terkait keputusan tunjangan rumah yang diberikan kepada anggota DPR, menurutnya hal ini tidaklah patut ditengah kondisi masyarakat yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok, ditambah lagi PHK massal yang kerap terjadi, serta kenaikan pajak yang menjadi kewajiban masyarakat untuk membayarnya.
Besaran penghasilan ini terungkap ketika anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menanggapi pertanyaan mengenai sulitnya mencari uang yang halal di parlemen. Hasanuddin kemudian menyatakan penghasilan resmi yang diterimanya melalui gaji pokok, tunjangan rumah, dan tunjangan lainnya yang melebihi Rp100 juta. (BBC News Indonesia)
"Seolah menari diatas penderitaan rakyat," mungkin ungkapan itulah yang pantas digambarkan oleh situasi saat ini. Sebagaimana yang disampaikan oleh Egi, bahwa ditengah kesulitan yang dirasakan masyarakat justru para pejabat malah berbahagia dengan tunjangan-tunjangan yang diberikan oleh Negara, padahal pendapatan yang mereka peroleh adalah hasil dari upaya masyarakat dalam kewajiban membayar pajak.
Hal ini tentu saja memicu kemarahan rakyat, para pejabat DPR yang seharusnya mewakili perasaan rakyat kini sudah tidak lagi pada tugas mereka, sistem kapitalis sekuler yang diterapkan di Negeri ini telah menjadikan para pejabatnya memprioritaskan materi semata tanpa lagi memikirkan hak-hak yang seharusnya diperoleh rakyat.
Solusi Islam:
Islam sebagai agama yang paripurna telah menjadikan seorang Khalifah sebagai pemimpin Negara, didalam negara Islam tugas seorang Khalifah tidak lain daripada palayan bagi umatnya.
Jadi apapun yang diupayakan oleh Khalifah semata-mata demi kesejahteraan umat.
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya" (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Selain itu, negara Islam juga menjamin seluruh kebutuhan umat, mulai dari kebutuhan pokok, sarana pekerjaan yang yang melibatkan umat (tanpa adanya pihak asing), jadi seluruh sumber daya alam dikelola sepenuhnya oleh Negara dan menjadi sumber pemasukan negara.
Rumah sakit dan pendidikan sudah dijamin oleh negara, serta negara menjaga kehormatan umat dan lain sebagainya. Dan kesemuanya itu tanpa pandang pilih serta berlaku kepada siapapun didalam naungan Daulah Islam, termasuk pula bagi yang beragama non muslim.
Selain itu negara Islam juga mentiadakan kewajiban membayar pajak, karena hukum asal dari pajak adalah haram (mendzolimi umat), jadi kesejahterakan benar-benar dirasakan oleh umat.
Masyaallah, begitu indahnya hidup dalam naungan Islam, karena setiap hukum yang diberlakukan oleh negara diambil dari hukum Allah, bukan hukum buatan manusia.
Wallahu'alam bishawab