| 247 Views
Evakuasi Warga Gaza ? Akankah Menjadi Solusi yang Tepat
Oleh : Ummu Saibah
Sahabat Cendikia Pos Media
Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap mengirimkan pesawat untuk menjemput warga Gaza, sebagai bukti keseriusan Indonesia dalam membantu penyelesaian konflik di Gaza. (Beritasatu.com 9-4-2025).
Sementara dari pihak Liga Arab menolak evakuasi atas nama pengobatan atau nilai kemanusiaan apapun, kecuali dilakukan di perbatasan atau negara tetangga Palestina. Karena menurut mereka substansinya sama dengan pengosongan tanah dari pemiliknya. (Republika.co.id 12-4-2025).
Gaza memang sudah porak poranda tetapi seperti yang kita lihat warga Gaza tidak bergeming untuk meninggalkan tanah kelahiran mereka, karena mereka memahami betul bahwa tanah palestina adalah tanah yang patut untuk di pertahankan dengan segenap usaha bahkan dengan berkorban nyawa sekalipun, karena di situlah berdiri tegak masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama kaum muslimin selain itu tanah Palestina adalah milik kaum muslimin yang tidak boleh diduduki oleh penjajah zionis laknatullah.
Memahami Perjuangan Warga Gaza
Untuk memahami perjuangan warga Gaza kita perlu menilik kembali bagaimana perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan tanah air dari para penjajah. Karena yang terjadi di tanah Palestina sekarang sama seperti yang pernah terjadi di Indonesia yaitu penjajahan. Sebagaimana Indonesia mendapat kemerdekaan dengan melawan dan mengusir penjajah dari bumi Pertiwi begitu pula yang dilakukan oleh warga Gaza, mereka melawan dan bertahan dengan segenap tenaga sampai titik darah penghabisan untuk mengusir penjajah zionis dari bumi Palestina.Tanah air adalah tanah kelahiran tidak akan diserahkan begitu saja kepada penjajah walaupun harus ditebus dengan kematian, semangat itu yang menggelora di hati para pahlawan negeri ini begitu pula di dalam dada para syuhada di Gaza. Sehingga kita bisa memahami apa yang mereka butuhkan dan yang mereka perjuangkan yaitu tidak sekedar mencari tempat tinggal aman saja melainkan mengusir penjajah zionis laknatullah dari bumi Palestina dan meraih kemerdekaan.
Pernyataan Presiden Prabowo terkait kesiapan Indonesia menjemput warga Gaza agar bisa tinggal sementara di Indonesia justru kontra produktif dengan seruan jihad yang disuarakan oleh banyak pihak hari ini yang menyadari bahwa tidak ada solusi hakiki selain jihad. Melihat berbagai upaya yang dilakukan nyatanya tidak menghentikan penjajahan dan genosida. Evakuasi rakyat Gaza jelas makin menjauhkan dari solusi hakiki, karena sejatinya Zionis lah yang melakukan pendudukan bahkan perampasan wilayah . Sudah seharusnya zionis yang diusir dari Tanah Palestina bukannya warga Gaza yang di evakuasi.
Tidak heran bila pernyataan presiden Prabowo tersebut dinilai kurang tepat dalam menyikapi permasalahan Palestina. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menurut beliau gagasan pemindahan warga Palestina untuk keluar dari Gaza justru bagian ide dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang didukung Israel. Begitu juga menurut Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) Din Syamsuddin yang menyatakan bahwa wacana evakuasi warga Gaza justru berisiko memuluskan rencana jahat Israel dan Amerika Serikat untuk mengosongkan wilayah Gaza.(Tempo.co 13-4-2025). Bahkan wacana tersebut diduga muncul berkaitan dengan kenaikan tarif import Amerika yang juga berlaku untuk Indonesia dan posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim yang sudah lama dilirik sebagai destinasi tinggal bagi rencana Amerika untuk merelokasi warga Gaza. (Metrotvnews.com 10-4-2025)
Tidak hanya itu pernyataan presiden Prabowo juga berseberangan dengan kesepakatan Liga Arab yang menyatakan bahwa relokasi warga Gaza bisa berarti mengosongkan wilayah Gaza dan hal itu pastinya akan semakin mempermulus jalan bagi penjajah untuk menguasai Palestina. Inilah buah simalakama bagi negeri yang bergantung pada negara lain, mudah ditekan dan diperdaya.
Menyongsong Kebangkitan Umat Islam dengan Dakwah Islam Kaffah
Selama hampir 1400 tahun fakta sejarah membuktikan bahwa umat Islam telah memimpin dunia dan menjadi negara Adidaya yang disegani dan ditakuti oleh musuh-musuh Islam. Namun setelah keruntuhan kekhilafahan Ustmaniyah sebagai kekhilafahan terakhir, umat Islam seperti buih di lautan, banyak jumlahnya tetapi tidak memiliki kekuatan, penyebab kemalangan ini adalah hilangnya kepemimpinan di dalam Islam.
Kepemimpinan yang dipegang oleh Khalifah sebagai pemimpin khilafah atau _daulah Islam_ menyatukan umat muslim sedunia, tidak hanya melalui ikatan akidah tetapi juga melalui perasaan yang satu sebagai umat manusia dengan menjadikan syariat Islam sebagai peraturan hidup serta memiliki satu tujuan hidup dalam satu negara, ini menjelaskan fakta walaupun warga _daulah islam_ tidak semuanya muslim tetapi mereka hidup berdampingan selama berabad-abad. Oleh karena itu keruntuhan khilafah Utsmaniyah telah memecah kepemimpinan Khalifah, wilayah _daulah islam_ dikotak-kotak oleh para penjajah dalam kungkungan Nasionalisme dengan dalih kemerdekaan, identitas wilayah, bendera nasional dan kedaulatan negara. _Iming-iming_ rendah berkedok Nasionalisme inilah yang tanpa disadari telah memisahkan umat muslim yang tadinya berada dalam satu _daulah islam_ kemudian tersekat-sekat oleh batas teritorial memisahkan umat muslim dari wilayah yang satu dengan wilayah lainnya. Batas teritorial menandai batas kekuasaan sehingga kaum muslimin tidak berhak ikut campur dalam urusan kaum muslimin di wilayah yang berbeda. Alasan inilah yang menjadikan umat muslim di seluruh belahan dunia tidak bisa membantu saudaranya yang teraniaya di Palestina, Myanmar, Uighur china ataupun wilayah lainnya. Apalagi dengan keberadaan PBB sebagai organisasi internasional penjaga perdamaian yang lahir dari para penggagas kapitalisme dan memiliki otoritas untuk mengatur bagaimana tentara-tentara penjaga perdamaian ditempatkan semakin menghambat gerak kaum muslimin.
Umat Islam harus menyadari bahwa keberadaan kepemimpinaan Khalifah dan daulah islam atau khilafah merupakan salah satu kewajiban yang harus di perjuangkan oleh umat Islam bahkan para ulama dari empat mahzab pun sepakat dalam hal ini. [Baca khilafah-dalam-pandangan-ulama-imam-mazhhab. suaramubalighah.com 09-11-2019]
Karena hanya dengan kepemimpinan seorang Khalifah jihad akan benar-benar di serukan dan disambut oleh seluruh kaum muslimin, pasukan daulah Islam akan dikirim untuk mengusir penjajah dari bumi Palestina, tidak hanya Itu keberadaan Khalifah juga akan melindungi umat muslim yang teraniaya di belahan bumi mana pun. Karena fungsi Khalifah atau imam di dalam Islam adalah sebagai junnah atau perisai yang melindungi umat Islam. Seperti yang disabdakan Rasulullah Saw, beliau bersabda:
"sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya".(HR. Al Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)
Khalifah juga akan menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam setiap lini kehidupan, menghapus praktek-praktek kemaksiatan serta menciptakan suasana keimanan dan ketaqwaan sehingga Allah Swt akan menurunkan Rahmat-Nya kepada seluruh alam.
Namun tegaknya kekhilafahan ini tidak akan terwujud bila umat Islam tidak bangkit dan memahami hakikat keislamannya dan tidak menyadari keberadaannya sebagai umat dengan potensi kekuatan yang besar. Oleh karena itu dibutuhkan dakwah Islam ideologis yang memahamkan kepada umat bahwa Islam tidak hanya sebagai agama dengan ritual ibadah saja namun Islam merupakan pandangan hidup yang memuat petunjuk dalam menjalani kehidupan. Peraturan atau syariat nya mencakup seluruh aspek kehidupan baik pendidikan, ekonomi, kehidupan sosial, tata negara dan lain-lain. Kebangkitan Umat Islam tidak akan terjadi bila umat Islam tidak merubah pemikiran sekularismenya dengan pemikiran Islam dan menjadikan Islam sebagai kepemimpinaan dalam berfikir. Oleh karena itu bergabung dalam jamaah-jamaah ideologis yang memperjuangkan tegaknya Islam menjadi prioritas utama saat ini dalam menyongsong kebangkitan umat Islam menuju satu kepemimpinaan untuk menghapuskan penjajah tidak hanya dari tanah Palestina tetapi juga seluruh dunia.
Wallahu a'lam bishawab.