| 42 Views

Evakuasi Rakyat Gaza Bukanlah Solusi Tuntas

Oleh : Rita Razis 

Penjajahan dan genosida di Palestina belum berakhir. Meski kondisi sudah rata dengan tanah dan ribuan para syuhada, tidak membuat Israel menghentikan serangannya. Mereka tidak pandang bulu dan perjanjian yang disepamati. Tentu hal ini membuat duka dunia, terutama kaum muslim.

Alih-alih Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap menampung ribuan warga Gaza, Palestina yang menjadi korban kekejaman militer Israel. Prabowo akan mengirim pesawat untuk menjemput mereka. Kemudian Prabowo menekankan evakuasi warga Palestina hanya sementara. Mereka akan kembali ke Tanah air setelah kondisinya membaik dan memungkinkan (beritasatu.com, 9 April 2025). 

Statemen Prabowo tentu mengundang kontroversi salah satunya dari pengamat isu geopolitik Timur Tengah, Smith Alhadar, menyampaikan Prabowo harus mewaspadai protes dari dalam negeri karena masyarakat Indonesia sedang resah dengan masalah ekonomi dan politik. Selain itu, juga dikhawatirkan memantik protes dari luar negeri. Sebab hal tersebut, dapat memupus harapan kemerdekaan Palestina  dan belum ada yang bisa menjamin warga Gaza yang direlokasi dapat kembali ke tanah airnya (bbc.com, 11 April 2025).

Sejalan dengan Penjajah

Memperihatinkan dan menyayat hati, ketika ada muslim yang terluka, ditindas dan terjajah tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa mengecam, melaknat, memboikot dan lain sebagainya. Padahal sudah di jelaskan dalam hadist dari Nu’man bin Basyir dia berkata: Rasulullah saw. Bersabda, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).’ (HR. Bukhari dan Muslim). Akan tetapi, yang terjadi saat ini banyak umat muslim yang terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa. Bantuan demi bantuan dan pemboikotan hanyalah bersifat sementara, tidak bisa menyelsaikan dan menghentika penderitaan saudara Palestina.

Ada pun penyataan dari presiden Prabowo untuk menampung ribuan warga Gaza, tentu hal ini sejalan dengan harapan kaum Yahudi dan presiden AS yaitu mengkosongkan Palestina dari penduduk aslinya. Selain itu,  perjuangan saudara Palestina bertahun-tahun untuk mempertahankan tanah suci menjadi sia-sia.

Inilah bukti, jika negeri-negeri muslim tidak bisa berbuat apa-apa untuk saudaranya sendiri. Mereka tersekat-sekat dengan nasionalisme dan sulit bersatu. Serta sistem yang diterapkan sekarang ini tidak memberi tempat dan kesempatan kaum muslim untuk bersatu. Ya, sistem kapitalisme yang menjadi musuh besar kaum muslim karena telah berhasil memporak porandakan dan membagi-bagi negeri muslim menjadi terpisah-pisah. Kekuasaan sistem membuat umat muslim tidak berdaya dan membuat mereka mengejar dunia yang hanya kesenangan fana.

Persatuan Umat

Berbeda jika sistem Islam yang diterapkan. Sistem yang menyatukan umat khususnya umat muslim. Dalam sistem ini, umat muslim akan menjadi umat yang kuat dan tidak terkalahkan karena mereka dalam satu ikatan yang sohih. Begitu pula, untuk menolong saudara muslim Palestina akan lebih mudah. Sebab hanya dengan satu komando untuk memerangi kaum Yahudi Israel atau jihad dan menerapkan sistem Islam akan mempermudah umat Islam bersatu untuk melawan dan menolong saudara Palestina.

Jadi, bukan dengan cara memindahkan saudara Palestina ke nagara lain. Akan tetapi, solusi tuntas untuk saudara Palestina hanya dengan persatuan umat Islam dalam naungan sistem Islam akan mempermudah untuk jihad dan melawan kaum Yahudi.

Wallahu a'lam bissowab.


Share this article via

69 Shares

0 Comment