| 20 Views
Duka Terselubung Dibalik Daycare, Islam Solusinya
Oleh: Ummu Nayra
Aktivis Dakwah
Telah viral di media sosial dugaan penganiayaan terhadap anak yang dilakukan di tempat penitipan anak (daycare) di Yogyakarta. Kasus ini terkuak setelah adanya kesaksian dari sejumlah orang tua murid yang mengunggah adanya bukti-bukti kekerasan pada anak mereka.
Dikutip dari detikJogja, sabtu(25/4/2026) bahwa informasi tersebut dibagikan oleh akun instagram @merapi_uncover. Dalam unggahannya, disebut lokasi daycare yang diduga tempat terjadinya kekerasan telah dipasangi garis polisi.
"Berdasarkan unggahan akun media sosial Threads, para orang tua merasa terpukul setelah membaca ulasan di Google Maps yang mengungkap sisi gelap tempat tersebut. Laporan yang beredar menyebutkan adanya tindakan keji terhadap anak-anak, mulai dari diikat, diseret, hingga dipukul," tulis unggahan itu.
Kompol Riski Adrian mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus ini, dan telah melakukan penggrebekan pada (jumat) sore di daerah Umbulharjo tempat dimana terjadinya dugaan kekerasan tersebut.
Melihat kondisi ini, semakin menunjukkan bahwa situasi aman untuk anak sepertinya sudah semakin minim. Dalam kasus-kasus sebelumnya didapati bahwa berbagai tindakan kekerasan pada anak kerap terjadi, baik itu dilingkungan rumah, sekolah, maupun tempat tinggal.
Hal ini membuktikan bahwa walaupun adanya Lembaga Pelindungan Anak di negeri ini nyatanya tidak mampu dalam melindungi Anak-anak dari hal kekerasan maupun yang lainnya. Selain itu sanksi hukum yang diberikan oleh negara nyatanya tidak menjadikan efek jera bagi para pelaku.
Apalagi kasus ini terjadi pada salah satu daycare, tempat dimana seharusnya orang tua merasa aman untuk menitipkan anak-anak mereka. Namun nyatanya duka pahit itu harus diterima, berbagai perlakuan tidak pantas harus dialami oleh anak-anak mereka.
Menurut bukti-bukti kekerasan diatas dapat disimpulkan bahwa bisa jadi para petugas daycare tersebut tidak mau ambil pusing dengan kebisingan anak-anak yang mereka asuh, atau mungkin petugasnya tidak mau ribet dalam hal keaktifan mereka, padahal anak-anak seusia itu dalam tahap keaktifan nya.
Tentu saja hal ini tidak terlepas dari penerapan sistem kapitalis sekuler yang mana keuntungan lebih diutamakan daripada tanggung jawab, yang membuat manusia saat ini telah kehilangan hati nurani, berdalih meraih keuntungan yang banyak namun enggan dalam memberikan penanganan terbaik dalam tugas mereka.
Islam dengan serangkaian aturannya tentu saja akan memberikan solusi terbaik dalam hal memanusiakan manusia. Dan tentu saja akan memberikan efek jera bagi para pelaku kekerasan. Karena hukum-hukum dalam islam sangat setimpal dengan apa yang telah mereka perbuat.
Peran orang tua dalam islam sangatlah mutlak dalam hal mendidik dan mengasuh anak. Apalagi seorang ibu yang merupakan madrasatul ula tentunya on time dalam mendampingi tumbuh kembang sang anak, sehingga tidak akan ditemukan dalam negara islam seorang ibu yang ikut mencari nafkah diluar rumah hingga mengabaikan kepengasuhan anaknya.
Pentingnya memahamkan pemahaman agama serta membiasakan penerapan-penerapan keagamaan sejak dini adalah hal yang harus diutamakan. Selain itu, terdapat 3 metode dalam Islam untuk memudahkan orang tua dalam kepengasuhan anak, yakni;
Disaat usia anak masih berusia 0-7 tahun maka ia bisa diperlakukan seperti raja. Dampingi anak dengan kasih dan sayang serta turutilah apa yang ia mau (selagi itu masih dalam hal kewajaran) dengan begitu anak akan semakin merasa disayang dan merasa bahwa dirinya sangat berarti.
Tahap kedua yakni bila usia anak 7-14 tahun maka jadikanlah ia bak tawanan, mulai fahamkan ia akan pentingnya waktu dan patuh terhadap orang tua, serta ajarkan ia disiplin/adab. Tujuan nya adalah agar ia tidak gegabah dalam bertindak, serta berpikir terlebih dahulu dalam melakukan suatu perbuatan.
Tahap ketiga yakni usia anak 14-21 tahun maka jadikan ia sebagai sahabat dan pahamkan ia makna tanggung jawab. Dengan demikian maka kedekatan seorang ibu dan anak akan terjalin erat, dengarkan dan berilah arahan setiap kali ia mengadu/bercerita dalam hal apapun itu. Dengan demikian maka terpantau lah aktivitasnya baik dirumah maupun diluar rumah.
MasyaAllah, begitulah seharusnya peran orang tua dalam hal mengasuh, mendidik, dan membesarkan anak-anak mereka. Dengan demikian tentunya tidak akan terjadi kasus kekerasan yang kerap terjadi seperti pada saat ini. Karena mendidik anak sesuai dengan arahan agama adalah himbauan sekaligus penerapan dari seorang khalifah sebagai pemimpin dalam negara islam.
Wallahu'alam bishawwab.