| 37 Views
Duka Palestina, Duka Umat Muslim Dunia
Oleh: Watik Handayani
Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok
Sejak runtuhnya kejayaan Islam 1924 sampai sekarang, genosida terhadap umat Muslim tidak ada hentinya. Terutama di Palestina, tanah suci dan kiblat pertama umat Muslim untuk beribadah kepada Allah SWT, lebih tepatnya di Masjidil Aqsha. Di sanalah kebiadaban Zionis Yahudi makin meningkat, salah satunya dengan membiarkan krisis kelaparan yang sangat mengerikan. Kelaparan yang begitu keji sebagai cara genosida baru.
Gaza, dengan 2 juta jiwa terjebak dalam blokade, merasakan kelaparan hebat. Sejak gencatan senjata enam pekan gagal diperpanjang dan Israel memberlakukan blokade penuh pada 2 Maret 2025, truk bantuan hanya diperbolehkan masuk dalam jumlah yang nyaris simbolik. Semakin nyata saja kekejaman Zionis yang tak mempan hanya dengan retorika, dan bantuan kemanusiaan. Apalagi zionis senantiasa dibela AS dan veto AS. Mandulnya PBB makin nyata. Pemimpin Muslim sudah mati rasa, abai pada seruan Allah dan Rasul-Nya.
Umat Islam pun termakan propaganda Barat sehingga menjadi lemah. Sejatinya itu hanya ilusi, yang ditanamkan para penguasa yang berkhianat, hingga pasukan umat, para ulama, dan rakyatnya pun menyerah. Padahal umat memiliki kekuataan luar biasa yang bersumber dari akidah yang kokoh. Sejarah panjang telah membuktikan umat Islam memiliki kekuatan besar yang mampu menjadikan khilafah sebagai negara adidaya.
Oh, duka lara umat Muslim dunia tanah sucinya direbut paksa oleh entitas Yahudi. Tak ada junnah atau pelindung buat mereka (Gaza). Nyawa tidak berharga, dengan mudahnya dentuman bom menghujam setiap saat tanpa henti. Itulah kondisi di Gaza saat ini, setiap hari mereka kesakitan.
Seharusnya kaum Muslim yang lainnya membantu menghilangkan kesakitannya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits qudsi yang diriwayatkan Imam Muslim sebegai berikut. Allah menegur seseorang, “Wahai anak Adam. Saat Aku sakit, kenapa kau tidak menjenguk-Ku?” Orang itu menjawab, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku mendoakan-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan sekalian alam?” Allah menjawab, “Tidakkah kau tahu bahwa hamba-Ku si fulan itu sakit. Namun kau tidak menjenguk-Ku. Tahukah kau, kalau kau menjenguknya, kau akan mendapati Aku di sisinya.” Maksudnya, “Kau akan mendapatkan ganjaran-Ku yang tak bertepi saking banyaknya.”
Hadits Qudsi di atas menegaskan, sangat penting menolong sesama Muslim, karena Allah SWT bersama mereka di sisinya. Karena mereka merupakan saudara seiman dan persaudaraan dikarenakan Allah SWT akan membawa ke surga.
Begitu juga dengan saudara kita di Gaza, duka mereka harusnya menjadi duka umat Muslim sedunia. Seharusnya kondisi Gaza bisa menyadarkan umat akan solusi hakikinya tiada lain jihad dan tegaknya Khilafah Islamiyah sebagai pemersatu umat. Dengan tegaknya Khilafah Islam, kaum Muslim akan terlindungi dari kezaliman dan genosida seperti yang dialami warga Gaza.
Oleh karena itu, penyadaran harus terus dilakukan dan makin ditingkatkan seiring dengan bukti nyata kejahatan Zionis Yahudi. Pengemban dakwah ideologis harus terus memahamkan umat agar khilafah Islam segera tegak kembali. Sehingga kemuliaan kaum Muslimin akan bangkit kembali.
Tak hanya itu, pengemban dakwah harus meningkatkan keterampilan dalam berinteraksi dengan umat, dengan cara menggugah perasaan dan pikiran, meningkatkan keyakinan dan istiqamah jalan dakwah sebagaimana yang ditempuh Rasulullah SAW. Sehingga pertolongan Allah SWT akan segera tiba. Selain itu, para pengemban dakwah harus melayakkan diri menjadi hamba Allah yang layak mendapatkan pertolongan Allah SWT.