| 152 Views
Dimana HAM Bagi Anak anak Gaza? Demokrasi: Wujud Nyata Kegagalan Sistem
Oleh : Susi Ummu Musa
Penderitaan anak anak Gaza masih terus berlanjut rasa takut dan khawatir menghantui mereka setiap saat. kehilangan orang tua, tempat tinggal dan kondisi yang memprihatinkan karena tidak ada bahan makanan dan minuman ditambah dengan suasana dingin mencekam.
Bahkan di beritakan Ankara, Beritasatu.com- Menurut Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Selasa (24/12/2024), setiap jam, satu anak tewas di Jalur Gaza akibat serangan brutal Israel.
Tidak hanya penduduk Gaza penderitaan anak anak diseluruh dunia turut menjadi sorotan karena tidak ada bentuk toleransi bagi anak anak hingga mereka juga mengalami trauma akut.
Dilansir Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 473 juta anak, atau lebih dari satu dari enam anak, diperkirakan tinggal di daerah konflik di seluruh dunia, menurut badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNICEF.
Berdasarkan data UNICEF pada tahun 2023 sendiri, populasi anak di dunia yang berusia di bawah 18 tahun adalah sebanyak 2,4 miliar.
Pernyataan UNICEF sendiri muncul pada hari Sabtu (28/12) ketika konflik terus berkecamuk di seluruh dunia, termasuk di Gaza, Sudan, dan Ukraina, di sejumlah tempat-tempat lainnya.
Dalam perang Israel yang menghancurkan di Gaza khususnya, setidaknya 17.492 anak dilaporkan tewas dalam hampir 15 bulan konflik yang telah menghancurkan sebagian besar daerah kantong tersebut menjadi puing-puing.
"Dari hampir semua ukuran, tahun 2024 telah menjadi salah satu tahun terburuk yang pernah tercatat bagi anak-anak dalam sejarah UNICEF, baik dalam hal jumlah anak yang terkena dampak maupun tingkat dampaknya terhadap kehidupan mereka," kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell, seperti dilansir Al Jazeera, Sabtu (28/12)
Konflik yang terjadi didunia terutama Palestina hingga kini belum menemukan titik terang, kebiadapan zionis yang telah meluluhlantahkan Gaza agaknya belum mendapatkan solusi.
Padahal jelas zionis telah melakukan banyak pelanggaran brutal
Menurut tirto.id - Komisioner Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada Minggu (22/12), mengatakan Israel telah melanggar semua peraturan perang di Jalur Gaza.
Lazzarini menyoroti pelanggaran yang terus terjadi di Jalur Gaza, tempat Israel telah melancarkan serangan militer selama 14 bulan terakhir.
"Eskalasi selama 24 jam terakhir, semakin banyak warga sipil dilaporkan tewas dan terluka," tulisnya dalam unggahan di akun X miliknya.
"Serangan terhadap sekolah dan rumah sakit telah menjadi hal biasa. Dunia tidak boleh menjadi kebal terhadap ini. Semua perang memiliki aturan, dan semua aturan itu telah dilanggar," ungkapnya.
Meski demikian tidak ada upaya yang bisa dilakukan oleh dunia untuk Palestina semua diam hanya mengecam dan mengutuk namun nihil solusi.
Sejatinya bahwa sistem yang hari ini diemban telah gagal mengatur kehidupan dunia, Demokrasi hanyalah sistem yang lemah dan rapuh bagi kehidupan ini.
Keamanan dan perdamaian bagi rakyat tidak bisa didapat jika sistem ini masih bercokol dinegri negri kaum muslim.
Wallahu a lam bissawab