| 443 Views

Didikan Islam Solusi Pergaulan Bebas Remaja

Oleh : Yuliana, S.E.

Muslimah Peduli Umat

 

KOMPAS.com – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat, Nonong Winarni, menanggapi soal polemik tes kehamilan bagi siswi di SMA Sulthan Baruna, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur.

Nonong menilai, program tersebut memiliki tujuan yang baik.

Namun, ia sangat menyayangkan mengapa aktivitas tersebut harus diunggah ke media sosial sehingga menjadi konsumsi publik.

Menurut dia, apa pun hasil dari tes tersebut hanya untuk kepentingan internal sekolah, bukan untuk konsumsi publik, termasuk proses pelaksanaannya.

Nonong juga menegaskan setiap sekolah memiliki kebijakan internal masing-masing dengan cara, strategi, dan metode yang berbeda, yang disesuaikan dengan karakter lingkungan dan warga sekolah.

Jika kebijakan itu merupakan bagian dari program sekolah, silakan. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan secara tertutup, selektif, dan tidak mengganggu hak privasi siswa," ujar Nonong kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (22/1/2025). Oleh karena itu, Nonong menyayangkan tindakan pihak sekolah atau guru yang mengunggah aktivitas tersebut ke media sosial sehingga menimbulkan polemik di masyarakat. "Tujuan dari program itu mungkin baik. Namun, menjadi tidak baik jika program yang bersifat privasi diunggah ke media sosial karena dapat mengganggu hak privasi siswa," katanya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video berdurasi 19 detik yang menarasikan bahwa siswi SMA di Kabupaten Cianjur menjalani tes kehamilan sempat viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan sejumlah siswi berseragam sekolah, ditemani guru, menjalani tes menggunakan tespek atau alat tes kehamilan di toilet. Video ini memicu berbagai reaksi dari warganet. Sebagian mendukung langkah tersebut sebagai bentuk antisipasi, tetapi banyak pula yang menganggap tindakan ini berlebihan. 25 januari 2025  

Pergaulan remaja di sistem sekulerisme

Apa yang kita saksikan bahwa pergaulan anak-anak remaja sekarang sangat dari syari’at Islam. Mereka bebas melakuka apapun yang mereka senangi tnpa ada pengawasan dari pihak-pihak yang berkewajiban. Orangtua seringa abai dan percaya sepenuhnya pada anak-anak mereka dalam berintraksi di luar rumah tanpa ada pengawasan dan kontrol. Jarang sekali kita jumpai orangtua tegas terhadap anak dalam menggembleng ilmu agama. Orangtua yang berpemikiran sekuler cendrung abai terhadap pendidikan syaria’at Islam ini terbukti bahwa orangtua itu sendiri yang bahkan berpaling dari syari’at Islam.

Sebuah video viral menunjukkan tes kehamilan terhadap siswi SMA di Kabupaten Cianjur. Pihak sekolah mengklaim jika kebijakan itu bertujuan untuk mencegah kenakalan remaja, khususnya pergaulan bebas. Namun tak jarang pihak sekolah menolak kerjasama dengan pihak tertentu yang menawarkan dakwah terhadap siswa yang sengaja diberikan secara gratis oleh aktivis-aktivis dakwah yang peduli terhadap generasi penerus tonggak Islam. Padahal aktivis dakwah hanya meminta disediakan wadah atau tempat atau ruangan untuk bisa melakukan syi’ar Islam terhadap pelajar. Namun, sangat disayangkan ada pihak sekolah yang tidak sama sekali memberi luang.  

Tes ini dirasa penting  untuk mencegah pergaulan bebas  di tengah maraknya kebebasan  pergaulan, bahkan banyak sampai terjadi kehamilan seperti kasus di sekolah tersebut. Namun mari kita berfikir apakah benar pemeriksaan atau tes kehamilan ini adalah solusi pada pergaulan anak.

Pemeriksaan ini menunjukkan adanya sesat pikir dalam menghadapi rusaknya pergaulan remaja hari ini. Tes kehamilan jelas bukan upaya pencegahan, apalagi  tidak selalu terjadi kehamilan meski melakukan seks bebas. Belum lagi dari sisi hanya perempuan yang diperiksa, padahal hari ini remaja laki-laki juga sama rusaknya. Jadi tes ini seolah-olah hanya ingin memastikan apakah anak-anak tersebut hamil atau tidak bukan mencari solusi pada akar masalah.

Langkah ini jelas tidak mampu mencegah pergaulan remaja dan kasus kehamilan remaja.  Terlebih lagi ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap rusaknya pergaulan remaja hari ini.  Oleh karena itu membutuhkan Upaya menyeluruh yang menyentuh akar masalah, yaitu adanya sistem kehidupan sekuler kapitalisme yang menjadikan remaja mengikuti hawa nafsunya dan mengutamakan kesenangan jasmani, dan abai pada halal dan haram.

Di tengah-tengah rusaknya generasi saat ini. Ada pilihan yang sangat bermanfaat bagi remaja, namun tidak mendapat sambutan apalagi dukungan dari orangtua dan masyarakat. Ada pihak yang suka rela mau mengubah pemikiran dan memperbaiki akidah kaum muslimin baik dari kalangan remaja hingga orang dewasa.  Tidak semua orang yang mau move on dari kehidupan yang ada, mulai dari sistem dan aturan yang di pakai.

Sebenarnya masyarakat sudah banyak sekali mengeluh dan menderita. Tapi sayangnya belum banyak yang sadar akan pentingnya kembali kepada syari’at Islam. Mereka tau salah tapi tak mau berubah. Rakyat sudah sangat kronis tak  faham tentang aturan Allah tapi tak mau difahamkan. Sealgi tidak bisa lepas dari cengkraman pemahaman sistem sekuler selama itulah kaum muslimin terbelenggu dengan aturan yang bukan berasal dari Allah.

Masyarakat sudah sangat resah dengan kondisi anak remaja yang makin rusak. Namun masih belum sadar akar masalanya dalah enggannya kembali pada aturan Allah. Orangtua bahkan mendukung anak-anak gadisnya berpacaran, keluar boncengan dengan yang bukan mukhrim. Pergi tanpa ada yang mengawasi, pergi kemana, sama siapa, tujuan apa, jarang dilakukan orangtua. Mereka percaya sepenuhnya pada anak-anak mereka. Padahal kita sendiri sering menyaksikan remaja-remaja bergaul dengan lawan jenis yang tidak sesuai dengan aturan Allah, mereka cenderung bermaksiat.

Islam mendidik anak-anak

Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur semua aspek kehidupan termasuk aturan pergaulannya. Hasil ini akan menjaga kemuliaan manusia dan menjaga kehidupan.

Sistem Pendidikan Islam berasas akidah Islam akan melahirkan generasi yang berkualitas, berkepribadian Islam dan paham tata pergaulan Islam. Pemahaman yang dimiliki akan menjaga generasi tetap dalam ketaatan dan mencegah dari berbuat haram termasuk gaul bebas. Generasi juga akan terjaga dari pemikiran sesat seperti pergaulan bebas, dan hak asasi manusia

Dengan penerapan sistem islam secara keseluruhan,  generasi akan terjaga pergaulannya dan tercegah dari pergaulan bebas dan kerusakan akhlak lainnya.  Keimanan yang kuat akan menjaga generasi selalu dalam ketaatan dan jauh dari kemaksiatan.  Kontrol masyarakat dan penerapan sistem sanksi Islam yang tegas akan menjaga keselamatan  generasi  dari pemikiran rusak dan perbuatan maksiat. Kehadiran negara yang seperti ini akan mencegah rusaknya generasi muslim.

Dalam hal ini peran ibu juga sangat penting. Ibu dalam syariat Islam merupakan madratsah dan pendidikan utama bagi anak, ibu juga merupakan menejer dalam  rumah tangga. Jadi ketika ibu saliha maka anak-anak juga akan saliha. Jika ibu mendidik anak dengan pendidikan Islam, syari.at Islam maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang salih saliha. Namun jika ibu mendidik anak-anaknya dengan didikan yang bebas berekspresi yang tidak sesuai tuntutan agama maka tidak mustahil anak-anak menjadi generasi yang hobi joget-joget di kamera lalu di post di sosmed dengan aurat yang tebuka.

Seperti yang sering ita dengar dengan istilah bahwa anak-anak lahir seperti kain putih maka orangtua lah memberi corak atau mewarnainya. Ayah juga sangat penting perannya, baik dari segi memberi nafkah yang halal sampai perlakuannya terhadap kelurga yakni terhadap anak dan istri. Anak pengikut ulung, ketika seorang ayah kasar maka anak-anak akan berbuat yang sama, begitu juga sebaliknya jika ayahnya lembaut memuliakan istri dan menyayangi anak maka anaknya juga akan mengikuti prilaku ayahnya.

Dalam Al Quran, surah At-Tahrim ayat 6 menyiratkan tanggungjawab orangtua dalam mendidik anak, yaitu:

“wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adlah manusia dan batu, penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, dan kera, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrin :6)

Sementara itu, dalam hadits, rasulullah saw bersabda:

“muliakanlah anak-anakmu dan perbaiki adab mereka” (HR Ibnu Majah).

Orangtua juga harus senantiasa mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Dalam Islam negara sangat berperan penting dalam keberlangsungan pendidikan anak. Yang dimulai dari negara berkewajiban memberi pendidikan kepada seorang wanita bagaiman menjadi seorang ibu sesuai dengan syari’at Islam. Negara juga bertanggung jawab atas seorang pria. Negara berkewajiban mendidik pria sehingga mereka siap menjalankan perannya sebagai seorang ayah dan peran sebagai seorang suami dalam keluarga.

Jadi di sini sangat jelas sekali Islam sangat memperhatikan segala hal dalam kehidupan. Karena standar Islam adalah halal haram yang sesuai dengan aturan dalam Al Quran dan sunnah Rasul. Jadi, jika orangtua sudah dididik dan benar-benar sudah siap menjadi orangtua tidak mungkin anak-anak mereka menjadi generasi yang rusak.

Hal ini tidak akan tercapai jika masih memakai sistem sekulerisme, dan akan tercapai jika sistem Islam diterapkan dengan menegakkan khilafah.

Wallahu a’lam boshowab.

 

 


Share this article via

145 Shares

0 Comment