| 81 Views
Cerdas Dan Bijak Dalam BerMedia Sosial
Oleh : Sumarini
Peran Media sosial hari ini benar-benar berpengaruh besar pada kehidupan kita. Bagaimana kita menyikapi nya tentu ini tergantung pada bagaimana kita dalam menggunakan nya. Di era digital seperti saat ini tidak bisa kita pungkiri kebutuhan kita akan Media sosial sungguh sangat kita perlukan. Namun sayangnya kita sering lupa dan justru terjebak dalam penggunaan Media sosial Akibat kita tak bisa memilah memilih manasih harusnya yang perlu kita lukakan dan jangan kita lakukan. Sebab Media sosial adalah bagai kan pisau bermata dua, yang satu memberi manfaat dan yang satunya justru sebaliknya. Dan ini harus kita jadikan perhatian penting, dan kembali kepada kita untuk dapat memposisikan diri kita pada posisi yang benar tentunya.
Platform di Media sosial seperti Facebook, whatsapp, twitter dan juga Instagram dan masih ada beberapa yang lain yang semua nya memiliki fungsi masing-masing dengan karakteristik nya masing2 pula. Apapun bisa kita buat dengan berbagai fitur-fitur yang ada. Mengirim pesan, konten kebersamaan teman, keluarga. Update kabar penting melalui kanal YouTube, menulis membuat vidio dan juga audiovisual semua bisa kita lakukan. Berasa butuh dakwah dan ingin dengar kajian, menshare konten terkait dakwah sampai mengkritik dan menghujat pun bisa kita lakukan. Jadi tinggal kembali kepada kita agar pandai pandai men ceklis mana saja yang baik diantara yang terbaik yang harus nya kita lakukan.
Sayang nya hari ini orang lebih suka kepada hal2 yang jauh dari pada manfaat. Suka berlelah-lelah dengan bayaran yang tak seberapa. Lihatlah hari ini berbondong-bondong setiap orang memanfaatkan waktu nya hanya untuk konten2 gak jelas lalu memposting kemudian di share di media sosial, tidak cukup di waktu2 tertentu bahkan seluruh waktu nya, seluruh kegiatan hidup nya dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi tidak ada yang tidak diunggah di media sosial. Apapun itu aktifitas nya, hingga yang harus nya orang lain tidak boleh tau pun akhirnya lolos menjadi hidangan untuk ditonton dan dinikmati oleh para warga net. Inilah contoh dari orang orang yang dalam menggunakan Media sosial sudah jelas lebih condong kepada berbuat maksiat, nyaman dengan apa yang dilakukan. Seperti didikan dari sistem ini yang jika itu menguntungkan gak masalah, hingga kegiatan hidupnya dijadikan sebagai mata pencaharian. Sungguh miris janganlah demikian meski ekonomi sulit kita tentunya tetap harus menjaga diri kita dari hal-hal yang membuat orang lain justru tau kondisi kita. Dan menjadi rendah di pandangan Allah.
Lantas harus bagaimana Sih?? Itu tanya kita, apa masalah nya. Semua orang juga berbuat sama... Kesenangan, kebahagiaan dan juga kebersamaan rasanya gak seru kalau gak di-upload di media sosial. Lagi makan apa, sedang di mana juga diunggah. Hingga apapun itu, memakai gaun baru, tas branded, dan juga sepatu baru tak ada yang terlewatkan untuk tidak diketahui melalui media sosial. Dan untuk bisa melakukan itu semua tentunya butuh biaya, waktu dan juga stamina yang cukup kondusif. Tanpa sadar hanya untuk mewujudkan sesuatu yang kita sadari justru melelahkan ini, kita sering memaksakan diri, dan tanpa sadar kita telah terjerumus kepada dakwah ilal batil.
Yang seharusnya kita lakukan tentunya yang dapat berdampak baik bagi semua pengguna medsos, justru inilah kesempatan untuk kita sebagai pengemban dakwah idiologis mengembalikan pemikiran umat agar kembali kepada hal2 positif yang lebih kepada memperkuat keimanan. Seperti yang kita tau pengguna medsos hari ini lebih cenderung kepada kebathilan, sungguh tidak sebanding antara yang haq dan yang bathil, karena pengaruh dari pada yang tidak ada manfaat jauh lebih dominan diikuti daripada yang bermanfaat.
Kita yang semestinya ada diposisi sebagai pelengkap bagi kurang nya dakwah kita hari ini malah justru menambah nilai plus bagi kebatilan. Dan ini tidak boleh terus dibiarkan, menyadari kekeliruan kita dalam ber medsos sangatlah penting, agar kita segera meninggalkan semua hal yang gak penting dan kembali kepada tujuan hidup kita yang sebenarnya. Sebab Alloh Akan minta pertanggungjawaban dari semua apa yang kita lakukan.
Sadar ketika apapun itu yang kita buat dimedsos akan dilihat bermacam kondisi dari orang-orang yang ada di mana pun. Jangan sampai ketika itu orang orang fakir yang melihat menjadikan mereka makin merasa susah dan sedih dan jika itu terjadi sungguh kita telah menyakiti hati seseorang. Dan kita sering tak menyadari nya. Membuat hati orang lain menjadi sakit, tentu ini tidak boleh kita lakukan. Semuanya belum terlambat selagi kita tak keras hati, gengsi untuk meninggalkan semua yang nyata tak ada manfaatnya.
Lebih kepada tidak menyia nyiakan waktu, membenahi diri berjalan dengan langkah pasti dan berjanji akan berhati2 memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan kita, yang tentunya lebih kepada menggapai ridho-Nya Allah. Bukan hanya mencari recehan yang buat kita kehilangan jati diri sebagai muslim sejati.
Pilihan tepat adalah kembali kepada tujuan utama kita, yaitu berdakwah demi memperbaiki kerusakan pemikiran umat hari ini, kita beda dari mereka. Kita bagian orang-orang yang sudah terbina dan punya pemikiran cerdas. Jangan justru kita yang ter warnai. Tidak boleh dan jangan sampai justru kita yang ter warnai oleh pengaruh negatif yang sengaja disebar hari ini untuk merusak pemikiran umat.
Kembalilah kepada kebenaran, manfaat kan Media sosial untuk jalan dakwah bukan yang lain. Pada akhirnya kembali untuk cerdas dan bijak lah dalam ber Media sosial.
Wallahu a'lam bishawab.