| 37 Views

Buruknya Pelayanan Kesehatan Menimbulkan Korban Meninggal

Oleh: Ai Ummu Dilla

Di Indonesia, kejadian kematian ibu hamil dan bayi meningkat dalam tiga tahun terakhir. Salah satunya adalah kejadian yang menimpa ibu muda bernama Irene Sukoy, warga Kampung Sokoy, Kabupaten Jayapura, yang meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya pada Senin, 17 November 2025. Kejadian ini diduga karena penolakan dari sejumlah rumah sakit. Kepala Publik Kementerian Kesehatan menyatakan akan memberikan sanksi tegas terhadap rumah sakit yang diduga menolak pasien apabila ditemukan indikasi pelanggaran. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muwarman, kepada Media Indonesia, Minggu, 23/11/2025.

Dalam sistem sekuler-kapitalisme yang terjadi saat ini, pelayanan publik seperti pelayanan kesehatan acap kali dijadikan sebagai sarana bisnis yang dilakukan oleh segelintir orang demi meraup keuntungan semata. Kejadian seperti ini sering terulang dan bukan yang pertama. Bukan hanya pada ibu hamil saja, pasien dalam kondisi parah pun ada yang tak tertolong akibat penolakan yang dilakukan oleh rumah sakit, dengan berbagai alasan yang dilontarkan. Penolakan ini terjadi akibat bobroknya pelayanan kesehatan dalam sistem kapitalisme yang diterapkan hari ini. Yang ujung-ujungnya, rakyat kecil lah yang menjadi sasaran. Padahal, layanan kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat dalam menjaga keselamatan dan pemenuhan hak hidup mereka.

Berbeda dengan sistem Islam. Dalam Islam, seluruh rakyat berhak mendapatkan pelayanan yang baik, berkualitas, dan tentunya gratis, termasuk dalam layanan kesehatan. Karena hidup ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi kehidupan yang baik adalah yang berguna bagi banyak orang. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa memudahkan urusan orang lain yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat.” (HR. Muslim)

Semua pelayanan terbaik bagi masyarakat hanya akan terwujud dalam sistem Islam. Sistem yang aturannya datang dari Allah SWT, yang ketentuannya jelas tercantum dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan demikian, seluruh masyarakat dapat hidup sejahtera. Hal ini tentu berbeda dengan sistem buatan manusia, yang aturannya dapat berubah-ubah kapan pun dan di mana pun.

Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mengkaji Islam secara kaffah agar sistem Islam dapat segera tegak, sehingga kehidupan seluruh masyarakat dapat kembali sejahtera.

Wallahu a'lam bishawab.


Share this article via

33 Shares

0 Comment