| 8 Views

Buruh Sejahtera di Sistem Kapitalisme? Mimpi!

Oleh: Wilda Ummu Akhtar
Bogor

May day hari yang diperingati buruh untuk menunjukkan eksistensinya bahwa nasibnya perlu disejahterakan oleh penguasa. Libur sehari tidaklah cukup hanya dengan terjun ke jalan menyuarakan aspirasi para buruh. Butuh aksi nyata yakni perubahan honor buruh yang lebih layak lagi. 

Setiap buruh seharusnya didata keperluan hariannya antara lain: transportasi ke tempat kerja, biaya makan sekeluarga, keperluan sekolah anak-anaknya dan kesehatan keselamatan kerjanya. 

Misalkan biaya transportasi hariannya Rp 15.000,00 maka dikalikan sebulan berapa hari kerjanya. Biaya sekolah dua orang anak-anaknya misalkan Rp 40.000,00 dikalikan 20 hari sekolahnya. Biaya masak istrinya misalkan Rp 35.000,00 sehari dikalikan sebulan. Jadi totalnya sekitar Rp 2.150.000,00.

Biaya eskul sekolah anak-anaknya Rp 400.000,00 biaya les Rp 200.000,00 biaya ngaji anak-anaknya Rp 160.000,00 biaya kontrakannya Rp 1.000.000,00 biaya listrik dan airnya Rp 200.000,00 dan biaya gas, aqua galon dan minyak gorengnya untuk masak sekitar Rp110.000,00. Jadi totalnya Rp 4.220.000,00.

Ini dengan kondisi anak dua di Sekolah Dasar, jika sekolahnya di SMK yang banyak praktek kerjanya bila ada anaknya yang kuliah dengan biaya kosannya. Mana cukup gaji 4 juta per bulan untuk menghidupi keluarganya secara keseluruhan. Belum lagi yang diuji orangtuanya yang sakit pastinya butuh obat rutin yang harus dikonsumsi dan perawatan khusus.

Sungguh islam memanusiakan manusia. Jerih payah seorang buruh pastinya diperhatikan oleh syariat islam. Bahkan hidup dalam naungan khilafah, pendidikan dan kesehatan seratus persen gratis maka kaum buruh tidak perlu memikirkan biaya pendidikan dan kesehatan keluarganya.

Honor yang didapatkan pun akan layak diperoleh, kaum buruh tidak mustahil bisa menabung untuk umroh dan naik haji karena pendapatannya berlebih bisa ditabung untuk ibadah. Istrinya pun tidak akan setres mengelola keuangan suaminya karena harga pangan murah meriah. Kekayaan alam dikuasai oleh negara maka BBM gratis tidak akan ada biaya transportasi buruh lagi.

Keluarga akan sejahtera, anak-anaknya sholih sholihah, keluarga sakinah mawadah warohmah, happy setiap saat. Bukankah ini yang dibutuhkan kaum buruh. Maka kita butuh khilafah kalo begitu agar sejahtera di dunia bahagia di akhirat. Insyaallah.


Share this article via

0 Shares

0 Comment