| 119 Views
Bulan Muharram, Bulan Kemuliaan Untuk Meraih Kebangkitan Umat
Oleh : Kiki Puspita
Tahun Baru Islam hadir kembali di tengah-tengah kita. Peringatan 1 Muharram sebagai awal tahun dalam kalender Hijriah mengandung makna yang sangat mendalam dan menjadi saat yang tepat untuk memperkuat keimanan.
Tahun Baru Islam yang bertepatan dengan hari Jum'at, 27 juni 2025 ini banyak diperingati oleh kaum Muslimin di bebagai wilayah. Berbagai kegiatan pun di adakan sebagai wujud kebahagian dengan datangnya bulan Muharram ini. Pawai, tablig akbar, dan lain sebagainya turut menyemarakan momen tahun baru Islam ini.
Namun ditengah kebahagian dalam datangnya bulan Muharram ini, berbagai persoalan masih banyak yang menimpah umat Islam. Genosida terhadap warga Palestina masih terus terjadi ditengah pengkhianatan penguasa negeri muslim.
Dari sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia saja misalanya, banyak melahirkan pemerintahan yang korup, mulai dari tingkat daerah banyak pejabat melakukan praktik korupsi.
Dari sisi ekonomi, dengan penerapan ideologi Kapitalis membuat masyarakat sengsara, menderita, miskin dan kelaparan. Rakyat dijadikan tumbal keserakahan para oligarki yang rakus akan materi.
Ditambah lagi tumpukan utang, kenaikan berbagai tarif layanan publik, hingga naiknya harga kebutuhan pokok semua ini adalah akibat dari penerapan Sistem Kapitalisme Sekuler.
Sistem Sekulerisme ini juga merusak para generasi penerus peradaban. Banyaknya kasus seks bebas, LGBT, aborsi, hingga hilangnya jati diri yang menimpah kalangan remaja. Dari segi hukum, terhadap rakyat biasa hukum sangatlah tegas. Namun terhadap penguasa, hukum dengan mudahnya diganti atau dirubah sesuai dengan kebutuhan. Hal inilah sejatinya menunjukan kepada kita lemahnya hukum buatan manusia. Hukum tumpul ke atas tajam kebawah, tidak bisa memberikan jaminan keadilan bagi seluruh rakyatnya.
Tahun baru Islam seharusnya menjadi momen untuk intropeksi diri.momen harusnya dijadikan umat Islam sebagai momen untuk berhijrah menjadi lebih baik lagi dengan mencampakkan Sistem Kapitalisme Sekuler dengan Sistem Islam.
Ini sebagaimana Rasulullah ﷺ berhijrah dalam rangka mengubah sistem jahiliah kala itu menjadi sistem Islam. Jika bukan dengan penerapan Islam dalam bingkai Khilafah, perubahan apalagi yang mau kita harapkan?
Umat harus menjadi umat terbaik dengan merenungkan kembali akar masalah.
Jika kita sudah mengetahui sistem kapitalisme bermasalah, mengapa masih saja mempertahankannya? Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi ﷺ beliau bersabda, “Seorang mukmin tidak akan terperosok ke dalam lubang yang sama dua kali.” (HR Bukhari)
Saatnya kita sadar, bahwa segala permasalahan yang terjadi pada saat ini hanya dapat terselesaikan dengan penerapan sistem Islam. Kemuliaan umat Islam dapat terwujud dengan penerapan syariat Allah. Saatnya kita campakkan Sistem kufur ini menggantinya dengan Sistem Islam.
Waallahua'lam bissawab.