| 67 Views

Bongkar Sekat Nasionalisme

Oleh: Iis Rukoyah
Aktivis Muslimah

Hari ini umat hidup bukan seperti umat Muslim yang seharusnya. Umat yang punya ikatan kuat, ukhuwah islamiyah. Di mana Islam berhasil melebur semua perbedaan ke dalam persatuan sejati, sebagaimana pesan Nabi SAW: "Perumpamaan orang-orang  beriman dalam saling mengasihi, saling mencintai, saling menyayangi seperti satu tubuh (HR. Bukhari).

Juga Nabi Muhammad SAW betsabda," Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti satu bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain" (HR. Muslim). Maksud dari Hadis tersebut adalah pentingnya persaudaraan dan saling membantu di antara umat Islam. Seperti bangunan yang kokoh karena saling menopang. 

Ada beberapa tembok penghalang umat ini untuk bersatu:

Pertama, tembok nasionalisme yang membuat umat hanya berfikir dan berbuat untuk bangsa mereka. 

Kedua, rekayasa  politik negara-negara barat terhadap negara-negara Muslim dengan menciptakan persaingan bahkan ketegangan politik dan peperangan  satu sama lain. Misalnya, Amerika berhasil menghasut Saudi Arabia untuk menyerang Yaman. Bahkan Saudi memblokade negeri itu hingga terjadi kelaparan dahsyat menimpa  rakyatnya terutama anak-anak.

Ketiga, keserakahan para penguasa dunia Islam  yang notebene adalah sekutu barat yang tunduk pada kepentingan penjajah. Termasuk di dalamnya mencegah negara-negara Muslim tetangga Gaza untuk turun tangan memberikan pertolongan. Pemerintah Alsisi di Mesir misalnya bersikukuh menutup perbatasan  dengan Gaza. Padahal tindakan itu menyebabkan terjadinya kelaparan  dan penderitaan besar bagi warga Gaza.

Hancurkan Sekat Nasionalisme, Saatnya Umat Bersatu

Bangkit gerakan Global March To Gaza (GMTA) sebagai  bentuk gerakan kemanusian. Hal ini menujukkan bahwa saat ini umat tidak bisa berharap kepada PBB, OKI dan lembaga Internasional lainnya.

Dikabarkan dari KAIRO, KOMPAS TV, pemerintah Mesir mendeportasi puluhan aktifis yang berencana mengikuti konvoi kemanusiaan dengan tujuan melawan blokade Israel  di jalur Gaza.  Aksi Global March to Gaza yang sediaya di mulai  pada Minggu (15/602025) bertujuan untuk  menekan pihak-pihak terkait agar membuka blokade Gaza yang digempur Israel  sejak 2023.

Diwartakan dari REPUBLIKA.ID.JAKARTA, (14/06/2025), Gerakan Global March to Gaza yang sedang berlangsung dari Al-Arish  menuju gerbang Rafah menjadi sorotan dunia internasional sebagai  bentuk estafet nurani kolektif yang menolak diam atas kemanusiaan di Palestina. Global March To Gaza bukan hanya merupakan bentuk gerakan yang didasari atas kemanusiaan. Akan tetapi sebagai representasi moral dan kemanusiaan. Mereka datang  dari berbagai negara, seperti Tunisia, libya,  Maroko, Eropa , malaysia , indonesia dan negara lainnya.

Ideologi Islam Pemersatu Umat.

Konvoi Ribuan orang mewakili lintas  etnis dan benua berhimpun. Memulai langkah bersama dari Al-Arish menuju Gerbang Rafah. Demikianlah yang bisa dilakukan, mereka bukanlah diplomat, tak ada mandat resmi dari negara. Mereka menggenggam dan membawa satu keyakinan bahwa isu kemanusiaan  di Palestina tak bisa terus ditunda.

Dari sisi perasaan, itulah yang bisa dilakukan. Akan tetapi itu tidak cukup dan harus mencari solusi yang sesuai dengan metode dakwah Rosululloh. Maka satu-satunya jalan yang dapat menyatukan umat secara utuh hanyalah ikatan ideologi Islam. Yakni bersepakat untuk tunduk pada aturan Islam. Menjadikan Islam sebagai landasan pemikiran dan tuntunan berpikir. Islam sebagai ideologi akan membongkar sekat-sekat nasionalisme dan meruntuhkan kepentingan politik kekuasaan murahan. Menjadikan umat hanya berkhidmat  pada kepentingan Islam dan kemuliaan kaum Muslim.

Ikatan ideologi ini juga meniscayakan untuk bersatunya umat islam dalam naungan sebuah negara yang akan menerapkan aturan Islam , yaitu khilafah. Bukan dibawah bendera primondialisme atau kesatuan.

Jadi Khilafah inilah satu-satunya sistem yang akan menyelamatkan seluruh umat manusia dari segala macam gangguan. Karena khilafah adalah sebagai junnah atau pelindung. Inilah persatuan yang hakiki.

Wallahu'alam Bishowab.


Share this article via

47 Shares

0 Comment