| 301 Views
Bencana Melanda Tak Lepas Dari Kerusakan Manusia Juga, Hingga Alam Dengan Kehancurannya
Oleh : Sumarini
Silih berganti Bencana alam yang datang dan terus menerus meluluh lantakkan diseluruh wilayah negri ini tanpa terkecuali, pun diluar negri ini yang namanya Bencana alam kerap sering kita dengar terjadi. Bencana datang tanpa pandang bulu, tanpa permisi apalagi memberi kabar, dan ketika datang dengan tanpa bertanya langsung saja beraksi memporak porandakan apapun yang ada disekitarnya, tanpa merasa bersalah meski akibat perbuatan nya banyak menyisakan duka dan kesedihan sebab kehilangan orang orang yang dicintai.
Berbagai macam Bencana alam yang terjadi apapun itu mestinya bisa untuk kita jadikan sebagai bahan perenungan, bagaimana alam yang sampai bisa semarah ini, menumpahkan segala beban yang sepertinya sudah sangat berat. Sepertinya kalau alam bisa bicara Ia akan mengatakan kalau alam sudah tak mau lagi hidup berdampingan dengan manusia. Manusia adalah faktor utama yang berperan sebagai perusak alam, hingga kerusakan pada Manusia itu sendiri, maka konsekuensi yang ada saat ini adalah berupa bencana yang menimpa kita secara bertubi tubi.
Melanggar aturan yang telah Allah SWT tetapkan merupakan sumber utama dari permasalahan ini, semena mena terhadap alam yang semestinya dijaga, dirawat, jikapun mengambil manfaat dari alam tidak harus dengan pengrusakan. Tapi manusia abaikan semua itu, sebab didiri manusia itu sendiri sudah rusak karena tidak menggunakan akalnya untuk berfikir sesuai perintah Allah SWT. Mereka membuat aturan sendiri terkait menggunakan sumber sumber daya alam yang ada, keserakahan membuahkan kehancuran, ya seperti saat ini bencana melanda dimana mana, akibat perbuatan siapa..? ya siapa lagi kalau bukan manusia2 yang terlahir dari sistem rusak saat ini.
Manusia rusak, alamnya juga rusak bagaimana akan mewujudkan suasana kehidupan yang baik. Perlu perbaikan yang benar-benar akan mengembalikan kehidupan rusak ini menjadi lebih baik. Akar permasalahan nya tentu itu dulu yang mesti kita perbaiki, yang tak lain kita mesti bisa merubah sistem yang telah menjadi pemicu dari semua kerusakan hingga bencana seperti tiada bosan untuk terus menerus menghantam kita.
Menggantikan Demokrasi dengan Islam adalah satu-satunya jalan demi mengembalikan alam untuk tetap terjaga, melindungi dan melestarikan alam hingga tak lagi marah dan mendatangkan bencana. Hutan yang fungsinya sebagai pelindung akan tetap memungsikan tugasnya sebagai mana mestinya, Islam akan senantiasa menjaga alam tanpa mengalihfungsikan lahan sebagaimana mestinya. Beda dengan saat ini, menmbabat hutan dan menggantikan nya dengan tanaman singkong adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Memanipulasi rakyat dengan segala kecurangan. Sumber daya alam digerus bukan untuk kepentingan rakyat, laut yang sedianya sudah memberikan hasil laut dengan berbagai jenis hasil laut yang cukup melimpah ruah namun tak puas dengan itu pasir lautnya pun dikeruk dan diekspor keluar negri. Dan masih banyak bentuk lain dari pengrusakan yang dibuat oleh tangan manusia yang pada akhirnya membuat alam menjadi murka.
Bermuhasabah dan kembali kepada syariah Islam untuk saat ini merupakan solusi demi meredam murka Allah SWT, memohon ampun dan segera kembali kepada Islam itu yang mesti dilakukan dengan tanpa berfikir panjang, tidak kah bencana yang sudah menghancurkan dan meluluhlantakkan semua yang ada baik itu banjir, tanah longsor, kebakaran dan gunung2 yang meletus itu sebagai pelajaran, atau hanya menganggap ini sebagai fenomena alam saja dan tak mau untuk bertaubat dan mengakui kesalahan bahwa ini adalah akibat dari kesalahan ku ya Allah.
Jalan keluar yang pasti hanyalah Islam, Islam adalah satu-satunya penuntas masalah dari Bencana bencana yang melanda dan terjadi di mana mana, mumpung kita masih diberi waktu dan kesempatan untuk kembali kepada jalan yang benar maka bersegeralah kembali kepada Islam dan Allah SWT sungguh maha pengampun, maka bersama sama mari kita mohon ampun kepada Allah atas perilaku kita yang sudah zholim terhadap alam.
Wallahu a'lam bishawab.