| 71 Views

Bahaya Berteman dengan yang Tidak Paham Agama

Oleh: Siti Aisyah

Memilih teman dalam kehidupan ini amatlah penting, karena berteman dengan orang yang tidak paham agama akan berbahaya.

“Bahaya berteman dengan yang tidak paham agama,” ungkap Aktivis Dakwah, Ustadzah Mega Marlina, dalam Kajian Muslimah Rutin Memilih Teman Akrab, Sabtu (15/11/2025) di Cipayung, Depok.

Menurutnya, adapun bahayanya yakni bisa membuat waktu berlalu tanpa bernilai pahala. Hal itu dapat dimisalkan seperti pedagang es batu. Setiap waktu berlalu, esnya terus mencair. Kalau tidak berganti dengan uang, tentu dia merugi.

“Begitu pula dengan kita. Waktu hidup terus berkurang. Kalau tidak berganti dengan pahala, rugilah kita. Teman yang tidak paham agama, walau dia tidak mengajak bermaksiat, mungkin dia akan mengajak kita melakukan hal-hal yang mubah, misalnya menonton pertandingan bola, nongkrong di kafe membicarakan hal-hal yang unfaedah, dan lainnya,” bebernya di hadapan sekitar 12 jemaah.

Ia pun menegaskan, jangan banyak melakukan hal yang mubah. “Kalau kita banyak melakukan hal-hal yang mubah, ingatlah modal es batu (waktu) kita terus mencair, tapi tidak berganti dengan uang (pahala) yang kita cari,” jelasnya.

Bahaya lainnya, katanya, bisa memengaruhi pemikiran dengan paham-paham yang bertentangan dengan Islam. Seperti kalimat berbahaya: jangan fanatik sama agama, semua agama sama, riba itu halal, biar sukses ayo kita ziarah kubur, demokrasi itu sama dengan musyawarah, atau nasionalisme itu ajaran Islam.

“Ingatkan jika mereka keliru. Teman-teman yang menyampaikan kalimat-kalimat itu harus diingatkan, karena itu adalah kalimat-kalimat yang bukan dari Islam, bahkan bertentangan dengan Islam,” imbuhnya.

Bahaya selanjutnya, bisa mengajak kepada kekufuran, kejahatan, dan kemaksiatan. Maka janganlah bersahabat di atas maksiat. Seperti persahabatan pengguna narkoba. Sesama pengguna narkoba terlihat sangat akrab bahkan hampir bersaudara ketika menggunakan narkoba bersama-sama. Mereka mengatakan, ‘Kita saling berbagi jika dapat narkoba dan susah senang bersama.’

“Tatkala mereka ditangkap oleh polisi, mereka saling menyalahkan siapa duluan yang mengajak, saling mengelak, dan saling menuduh siapa yang membeli dan menghadirkan narkoba pertama kali. Kenapa mereka saling menyalahkan? Karena bersama dalam kemaksiatan,” tambahnya.

Oleh karena itu, terangnya, mencari sahabat harus yang baik agar tidak menyesal di hari kiamat.


Share this article via

11 Shares

0 Comment