| 37 Views

Antara One Piece, Ketidak Percayaan Umat Dan Ketidak Adilan Penguasa

Oleh: Mirna

Bukan hanya di jagat maya namun juga di dunia nyata masyarakat kembali menunjukan aksi kekecewaan nya terhadap bumi yang di anggap NKRI dan menjunjung tinggi Pancasila namun tak terbukti. yang ada hanya janji saat kampanye dan slogan yang tidak pasti. 

Kali ini di hari kemerdekaan Republik Indonesia masyarakat tanpa ragu dan takut untuk memajang atau mengibarkan kan bendera,namun alih-alih mereka menngibar kan bendera merah-putih yang melambangkan kemerdekaan RI. malah sebaliknya yang mereka kibarkan adalah bendera bajak laut yang berwarna hitam dan bergambarkan tengkorak sebagai aksi kekecewaan nya terhadap ulah penguasa.

Seruan mengibarkan bendera bajak laut One Piece saat HUT RI ke-80 adalah cermin ekspresi kekecewaan rakyat terhadap ketidakadilan penguasa. Gerakan ini bukanlah bentuk makar, melainkan simbol bahwa rakyat mencintai negeri ini, dan tidak rela ketika negerinya terus di dera penderitaan akibat ulah oligarki.

Cerita One Piece
mencerminkan kondisi di Indonesia, di mana segelintir pejabat penguasa dengan mudah nya menikmati kekuasaan, sementara rakyat harus bergulat dengan berbagai penderitaan karena di paksa menanggung beban di pundak mereka.

Cerita onepiece juga mencerminkan betapa keadilan di negri ini sangat lah jauh dari kata adil dan sejahtera.dimana hukum lebih tajam kebawah namun sangat tumpul ke atas. dan dimana para koruptor selalu mendapat keringanan hukuman, sementara rakyat miskin ketika mencuri selalu di jatuhi berat nya hukuman, padahal yang mereka lakukan terpaksa demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang seharusnya menjadi pr bagi penguasa untuk mengurusnya. 

Memang benar secara formal atau pisik Indonesia sudah merdeka. namun secara pemikiran, dan keadilan masyarakat masih belum merasakan kemerdekaan sejati dalam kehidupan mereka. dikarenakan kebijakan yang condong ke elit, pemilik modal dan hanya berpihak pada kepentingan mereka. sedangkan disisi lain masyarakat harus bergulat melawan kemiskinan, pengaguran masal, dan sulitnya mendapat keadilan sosial sebab kepentingan mereka sering diabaikan, kecuali saat ada kepentingan. 

Akar masalah negeri ini sejatinya adalah sistem Buatan manusia Penerapan sistem kapitalisme telah melahirkan kesenjangan sosial yang tajam. Kebijakan dibuat demi kepentingan elite, dan sesuai kebutuhan para penguasa. sehingga rakyat terus tercekik oleh kezaliman struktural, mirip dengan sistem dunia dalam cerita One Piece yang penuh korupsi dan penindasan.

Oleh sebab itu pentingnya kesadaran Umat.bahwa problem mendasar yang dihadapi adalah penerapan sistem buatan manusia yang memiliki keterbatasan sehingga pasti akan menimbulkan bebagai kemudharatan. Hanya dengan menerapkan syariat Islam secara kaffah, umat akan terbebas dari kemudharatan sistem kapitalisme. sebab hanya aturan yang bersumber dari Allah SWT. Yang mampu mengtasi seluruh pokok permasalahan umat baik itu sekecil dan sebesar apapun bentuknya sebab ia berasal dari zat yang maha sempurna. 

Islam diturunkan bukan sekadar ajaran spiritual, tetapi sebagai sistem hidup yang menjadikan umat Islam sebagai khairu ummah (umat terbaik) yang menegakkan keadilan dan menolak segala bentuk penindasan. Bukan sekadar simbolik, tetapi perlawanan yang terarah dan terukur melalui perubahan sistem yang tepat.

Oleh sebab itu keadilan sosial bagi seluruh rakyat, akan bisa terlaksana hanya dengan sistem yang berasal dari Allah,sebab kesempurnaan aturannya, seperti yang pernah di contohkan oleh Baginda Rosulullah saw. para sahabat dan Khulafa'urrasidin.Dalam kekhilafahan Islam yang pernah memimpin dunia kurang lebih 13 abad lamanya.

namun agar terbentuknya hal itu tentunya mengharuskan sekelompok jama'ah yang Istiqomah untuk memperjuangkan tegak nya dien allah di muka bumi ini. Berbuat makruf dan mencegah kemungkaran adalah sebuah tanggung jawab bagi kaum muslim .

Sebab terbentuknya sebuah kelompok jamaah dakwah yang mengusung tegaknya aturan islam tersebut akan di sebut Allah sebagai khoiru umat seperti firmanya: 

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّا سِ تَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَا نَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَ كْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 110)

Semoga dengan adanya bentuk protes dari masyarakat tersebut dapat menyadarkan femahaman umat akan pentingnya perubahan menuju sistem yang lebih baik lagi amin.

Wallahu a'lam bissawab.


Share this article via

48 Shares

0 Comment