| 203 Views
Antara Cadar dan Eksploitasi Perempuan
Sodarita, Nurfitrianti Vivi
Demi cadar, aku buka anak.
Eh, duh tuh kan jadi kebolak balik 

Cuma mau bilang, mubah sih mubah. Tapi gak gitu juga konsepnya, yang kesannya memperlihatkan ke publik bahwa seakan-akan cadar itu menghambat rejeki. Isn't it?
Padahal cadar itu pakaian yang sangat mulia, terhormat, dan wajib nya para istri Nabi shallallaahu 'alayhi wasallam.
Dan tentu saja, cadar tidak menghalangi mereka jadi mompreneur seperti Ibunda Khadijah radhiyallahu anha, misalnya. Atau jadi 'akademisi' seperti Ibunda Aisyah radhiyallahu anha.
Memang sih, di zaman yang bukan sistem Islam diterapkan seperti saat ini tuh begitu syulit lupakan reyhan. Eh, maksudnya, syulit bertahan hidup kalau gak kerja. Apalagi seorang single mom. Mencoba berempati.
Persoalannya, pekerjaan itu kan gak mesti jadi artis atau jadi icon skin care (yang notabene tabarruj) gituloh. Padahal skin aja gak pernah care sama kita kok, eh.
Tapi emang kalau gengsi sudah lebih besar ketimbang ketaatan dan hidup penuh dengan tekanan, mungkin karena kita kebanyakan gaya, hikz. Konon, dalam ilmu fisika, tekanan selalu berbanding lurus dengan gaya. Jadi makin banyak tekanan, itu karena lo terlalu banyak gaya kali (monmap dibagian ini 
).
Beginilah pemerintahan demokrasi secara sistemik memaksa perempuan mengeksploitasi dirinya di tengah gaya hidup kapitalis dan biaya hidup yang tinggi, termasuk biaya sekolah anak-anak yang tinggi, tentu mencari pekerjaan yang penghasilannya juga tinggi.
Tapi gaiiss, itu semua masih ranah pilihan kok. Masih banyak pekerjaan (dengan penghasilan yang cukup) yang bisa dipilih tanpa mengharuskan kita bertabarruj dan ikhtilath yang melanggar hukum syara'.
Ya, intinya taat dulu maka ALLAH jamin kehidupanmu. Yakinlah bahwa ALLAH tidak akan pernah meninggalkan hamba-hamba Nya yang taat. Jangan meninggalkan ALLAH karena sesuatu, tapi tinggalkanlah sesuatu (yang buruk) karena ALLAH.
Meninggalkan sistem demokrasi dan beralih ke sistem Islam misalnya, maka ALLAH akan menurunkan berkah dari langit dan bumi (Al-A'raf ayat 96). Inilah jaminan kehidupan dari ALLAH yang tak pernah dusta.
Yang ada, manusia yang selalu mendustakan ayat-ayat ALLAH. Tears~
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
FB: Nurfitrianti Vivisualove
IG: Vivisualove
TikTok: Vivisualove
YT: VivisuaLove Mahfuuzhaat
TG: VivisuaLove ( https://t.me/joinchat/AAAAAEZIZPt6g28qM3j58g )