| 446 Views

Akhiri Penderitaan Rakyat Palestina dengan Solusi Hakiki

Oleh : Syanti Komala Dewi, S.Tr.Kes
Aktivis Muslimah

Penyerangan militer entitas Yahudi atas pendudukan rakyat Palestina telah menginjak bulan kedelapan. Banyak rakyat Palestina yang menjadi korban. Tercatat korban tewas sebanyak 36.550 orang dan 82.959 orang terluka sejak tanggal 7 Oktober 2023 (rri.co.id, 04/06/2024).

Agresi militer yang banyak mengorbankan rakyat sipil tersebut tentu menuai reaksi dari berbagai penjuru dunia. Tidak hanya dari penduduk di negeri kaum muslimin, tapi juga dari warga non muslim di berbagai negara. Aksi pengecaman dimasifkan di berbagai kanal sosial media maupun dengan aksi damai yang dilakukan di dunia nyata.

Kanal berita cnbcindonesia.com (11/05/2024) bahkan mengibaratkan aksi solidaritas untuk Palestina di berbagai negara layaknya demonstrasi di Indonesia tahun 1998. Negara-negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Australia, Inggris, Prancis, India dan Kanada. Analogi tersebut memberi gambaran kepada kita bagaimana banyaknya massa yang turun ke jalan.

Jagat media sosial pun tak kalah ramai. Bahkan beberapa hari terakhir diramaikan oleh slogan dan gambar All Eyes on Rafah. Unggahan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan telah dibagikan sebanyak lebih dari 47 juta kali. Viralnya All Eyes on Rafah dipicu oleh serangan udara ke kamp pengungsian di Rafah pada Ahad, 26 Mei 2024. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan yang menimbulkan kebakaran di kamp pengungsian ini mengakibatkan 45 orang tewas dan ratusan lainnya terluka (BBC News Indonesia, 31/05/2024).

Maraknya berbagai aksi pro Palestina di berbagai penjuru dunia memberi gambaran kepada kita bagaimana geramnya umat dengan aksi militer yang tidak manusiawi dan kejam tersebut. Kekejaman tersebut yang kemudian menyentil kesadaran umat untuk bersuara menampakkan kebenciannya atas kezaliman. Momen ini harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran umat bahwa Palestina tidak bisa dibebaskan hanya dengan resolusi, mengirim tentara perdamaian atau dengan bantuan logistik saja.

Jihad, Pembebas Muslim Palestina 

Rakyat Palestina diserang dengan militer berikut persenjataannya. Maka semestinya harus dihadapi pula dengan sepadan, tidak cukup hanya dengan mengirim bahan makanan, pakaian dan obat-obatan. Bantuan tersebut hanya mampu mengatasi derita dalam jangka pendek setelah serangan terjadi. Tetapi tidak mampu memupus tuntas penderitaan rakyat Palestina.

Sayangnya, sampai saat ini tidak ada satu pun negara yang mengirimkan tentaranya untuk berjihad melawan kekejian entitas pendudukan Yahudi. Kalaupun ada yang mengirim tentaranya, semata-mata untuk perdamaian saja. Setelah beberapa saat berlalu, agresi militer atas Palestina kembali terjadi. Bahkan Mesir yang berbatasan langsung dengan Palestina, malah membangun tembok tinggi dan kokoh untuk mencegah pengungsi Palestina masuk ke wilayahnya.

Sepanjang sejarah peradaban manusia, satu-satunya negara yang tidak ragu melakukan pembelaan dan pembebasan atas kaum muslimin hanyalah daulah khilafah Islamiyyah. Tercatat dalam sejarah, Umar bin Khattab pernah mengirim pasukan untuk membebaskan Palestina dari kekaisaran Romawi. Lebih dari empat abad kemudian, Salahuddin Al-Ayyubi beserta pasukannya membebaskan Palestina yang sempat dikuasai kembali oleh Romawi. Maka dari itu, hanya dengan penegakkan kembali khilafah yang mengakomodir pelaksanaan jihad, Palestina dapat dibebaskan.

Urgensitas Kesadaran Umat

Sayangnya, umat saat ini tidak menyadari urgensi khilafah bagi rakyat Palestina. Umat masih menganggap PBB dan para kepala negara akan bisa menghentikan agresi tersebut. Nyatanya, mereka hanya bisa mengeluarkan kecaman, bantuan logistik dan paling banter tentara perdamaian. Maka dari itu, wajib bagi kita membangun kesadaran pada semua komponen umat bahwa khilafah adalah perisai bagi kaum muslimin. Kita wajib menyadarkan umat bahwa solusi hakiki akan terwujud ketika khilafah menjadi opini umum di tengah dunia.

Meskipun tidak mudah dan mendapatkan hambatan, upaya penyadaran umat harus terus berjalan. Upaya ini tidak akan mencapai keberhasilan apabila dilakukan secara serampangan. Maka dari itu, para pejuang penegaknya harus melakukannya secara terstruktur, sistematis dan massif di seluruh dunia dalam kontrol sebuah jamaah dakwah. Keberadaan jamaah dakwah inilah yang memastikan fikrah Islam tetap teremban sesuai thariqah dakwah Rasulullah. Sehingga umat Islam memiliki pemahaman yang shahih agar dapat terus bergerak dan berdakwah bersama-sama dengan tujuan yang sama. Tujuan yang mulia tersebut adalah menegakkan khilafah Islamiyyah demi kesejahteraan kaum muslimin di Palestina dan seluruh penjuru dunia.


Share this article via

177 Shares

0 Comment