| 398 Views
Adakah Pelayanan Kesehatan Gratis dan Berkualitas?
Oleh : Rohana Muhaidawati
Selama beberapa tahun ini masyarakat mengeluhkan atas akses pelayanan Kesehatan yang diberikan pemerintah, terutama masyarakat yang mendapatkan jaminan kesehatan melalui proteksi sosial seperti asuransi kesehatan, contohnya BPJS dan lain sebagainya.
Masyarakat yang awalnya nyaman dengan adanya proteksi sosial ini (BPJS) menjadi sengsara dalam berbagai aspek seperti halnya dalam penanganan dan pelayanan yang kurang tepat dan biaya yang harusnya ditanggung pemerintah malah dibebankan kepada masyarakat.
Bagi beberapa orang yang mempunyai jabatan (kekuasaan) mungkin hal ini menguntungkan bagi mereka, akan tetapi beda halnya dengan sebagian masyarakat yang merasa dirugikan karena harus membayar jaminan kesehatan setiap bulannya dengan pelayanan yang tidak baik.
Padahal yang dilansir oleh antaranews.com, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, dalam kampanye Hari Kesehatan Dunia 2024, beliau mengharapkan akan terwujudnya kesehatan bagi semua masyarakat agar mendapatkan akses pelayanan dan penanganan kesehatan yang bermutu, juga mendapatkan pendidikan dan informasi kesehatan yang diperlukan, dan beliau juga menambahkan kesetaraan kesehatan bagi semua masyarakat.
Untuk mewujudkannya WHO meminta kepada pemerintah dari berbagai negara untuk menjamin terwujudnya proteksi sosial ini, dengan adanya asuransi kesehatan, sistem pensiun, perlindungan bagi masyarakat yang tidak bekerja dan lain sebagainya.
Pemerintah harusnya menyediakan dana anggaran kesehatan yang baik untuk masyarakat dan hal ini memang kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakatnya. Keterlibatan masyarakat luas perlu dilakukan agar pemerintah bisa mengetahui apa saja yang dibutuhkan masyarakat tentang kesehatan pada umumnya.
Dalam pemerintahan Islam, pelayanan kesehatan diberikan secara gratis oleh negara dan dana anggaran ditanggung oleh kas negara. Dengan adanya pelayanan kesehatan secara gratis, berkualitas dan diberikan kepada semua masyarakat tanpa diskriminasi jelas merupakan prestasi yang mengagumkan.
Islam juga menjamin seluruh dunia dalam menyiapkan berbagai pelayanan yang bermutu sekaligus memenuhi keperluannya. Contohnya, Rumah Sakit Bimaristan di Damaskus tahun 1160 dalam merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan menyediakan obat-obatan secara gratis selama tiga abad, dan hal ini tetap bersinar tidak pernah padam selama 267 tahun. Negara harus menjamin pemenuhan kebutuhan dasar rakyatnya. Nabi saw. bersabda, "Imam (Khalifah) laksana penggembala dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya." (HR. al-Bukhari).
Rasulullah saw. juga bersabda, "Siapa saja di antara kalian yang berada di pagi hari sehat badannya; aman jiwa, jalan dan rumahnya; dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan ia telah diberi dunia seisinya." (HR. al-Bukhari dalam Adab al-Mufrâd, Ibn Majah dan Tirmidzi).
Dalam hadis di atas, kesehatan dan keamanan disejajarkan dengan kebutuhan pangan. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan dan keamanan merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi.
Dengan demikian, kesehatan merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak rakyat dan menjadi kewajiban bagi negara dan hanya sistem Islam yang akan menyelesaikan semua problematika umat.
Wallahualam bissawab.