| 5 Views

Indonesia “Ngarep” ke Piala Dunia 2026 Jika Iran Mundur, Tapi Realitanya Tak Semudah Itu

CendekiaPos - JAKARTA — Wacana mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026 akibat eskalasi konflik di Timur Tengah memunculkan harapan baru di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air: apakah Indonesia bisa ikut “kecipratan” tiket putaran final?

Namun, di balik optimisme itu, mekanisme FIFA dan peta kualifikasi menunjukkan satu hal penting: jika Iran benar-benar mundur, penggantinya sangat mungkin bukan Indonesia, melainkan negara yang paling dekat secara prestasi dan jalur kualifikasi.

Kenapa Iran bisa mundur, dan kenapa isu ini jadi besar?

Keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 disebut berada dalam ketidakpastian setelah perang AS–Israel vs Iran memanas. Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan bahwa situasi terbaru membuat partisipasi Iran perlu dikaji serius oleh otoritas olahraga tingkat tinggi di negaranya.

Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko, sementara Iran dijadwalkan tampil pada fase grup (seluruh laga grupnya berada di AS), sehingga isu keamanan dan logistik ikut menambah rumit.

Kalau Iran mundur, siapa yang paling mungkin menggantikan?

Sejumlah laporan media internasional menyebut, bila Iran tidak berpartisipasi, FIFA kemungkinan menunjuk pengganti agar format 48 tim tetap berjalan. Dalam skenario yang banyak dibahas, kandidat terkuat pengganti Iran adalah Irak atau Uni Emirat Arab (UEA), bergantung pada hasil dan status jalur kualifikasi lanjutan.

Media The National juga mengulas bahwa FIFA punya ruang diskresi melalui regulasi untuk mengatur skema penggantian bila ada tim yang mundur/terdepak, meski kasus mundurnya tim dari putaran final memang sangat jarang terjadi.

Logikanya sederhana: pengganti biasanya diambil dari tim yang paling “berhak” secara kompetitif—yakni tim yang berada tepat di belakang pada jalur kualifikasi konfederasi yang sama, atau yang paling dekat posisinya terhadap tiket putaran final.

Lalu, di mana posisi Indonesia dalam peta ini?

Di sinilah harapan Indonesia berbenturan dengan fakta. Indonesia memang sempat mencatat kemajuan dengan melaju jauh di kualifikasi. Namun, laporan ANTARA menyebut Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah hasil di putaran keempat kualifikasi zona Asia, termasuk kekalahan dari Irak yang membuat Indonesia tidak lagi memiliki peluang melaju.

Bahkan, sejumlah analisis media olahraga menilai Indonesia tidak berada pada antrean terdekat untuk menggantikan Iran. Kandidat yang lebih kuat tetap Irak/UEA karena legitimasi kualifikasi mereka lebih dekat dengan slot putaran final.

Jadi, apakah Indonesia “bisa” masuk kalau Iran mundur?

Secara teori, FIFA bisa mengambil keputusan apa pun dalam koridor regulasi. Tapi secara praktik, jika yang dicari adalah pengganti paling masuk akal dan paling adil secara kompetisi, maka:

  • Indonesia tidak berada di urutan terdekat,

  • sementara Irak/UEA (atau tim Asia lain yang posisinya paling dekat dalam jalur kualifikasi akhir) lebih logis untuk dipilih.

Dengan kata lain: “ngarep” boleh, tapi peluang Indonesia untuk “naik” ke Piala Dunia 2026 lewat jalur Iran mundursangat kecil.

Masih Berharap, tapi Realistis Saja!

Isu Iran mundur memang bisa mengguncang peta Piala Dunia 2026. Namun untuk Indonesia, cerita itu lebih realistis dipandang sebagai pelajaran tentang pentingnya finis setinggi mungkin di jalur kualifikasi, bukan sebagai pintu belakang menuju putaran final.

Jika Indonesia ingin benar-benar tampil di Piala Dunia, jalur paling sehat dan paling kuat tetap satu: lolos lewat kualifikasi—bukan berharap dari mundurnya tim lain.


Share this article via

0 Shares

0 Comment