| 309 Views
Kejahatan Saat Ramadhan Justru Meningkat
Oleh : Nani, S.PdI
Relawan Opini Andoolo Sulawesi Tenggara
Akhir-Akhir ini tindak kejahatan merupakan hal yang sudah biasa di masyarakat, seseorang tidak lagi berpikir panjang untuk melakukan tindak kejahatan dan bahkan para pelaku tidak lagi memikirkan konsekuensi yang terjadi dari perbuatanya tersebut, lebih parahnya lagi pelaku juga tak segan-segan untuk melukai bahkan membunuh para korbannya. Kejahatan ini terjadi pada saat bulan ramadhan yang semestinya di bulan ini dijadikan momentum untuk memperbaiki diri agar menjadi lebih baik.
Sebagaimana yang dilansir radarbogor.com, Polresta Bogor Kota menghimbau warga Kota Bogor untuk mewaspadai kerawanan kejahatan selama ramadhan. Selama tiga pekan terakhir Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap tiga kasus kejahatan pencurian yang terjadi di wilayahnya. Pertama, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jalan Warung Bandrek, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, pada Jumat (23/2) lalu.
Kedua, dihari yang sama kejadian pencurian terjadi di halaman parkir kosan dadeng Jalan Malabar Ujung, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Jumat (23/2/2024).
Kasus pencurian ketiga yang berhasil diungkap yakni pencurian bermotor di Jalan Cibadak, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Sabtu (24/2/2024).
Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Di bulan yang istimewa ini, setiap muslim diperintahkan untuk melakukan perbuatan baik agar menuai pahala sebanyak-banyaknya dan selalu dikelilingi oleh berkah Tuhan. Ramadan juga dikenal sebagai shahrushabul, bulan kesabaran. Selama bulan ini, umat Islam dilatih untuk bersabar melalui ibadah puasa. Menahan lapar dan haus adalah latihan kesabaran.
Al-Qur'an menjelaskan bahwa Allah menjanjikan pahala yang tak terhingga bagi mereka yang bersabar. Hal ini sebagaimana firman Allah,
“Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.‘ Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS Az-Zumar: 10).
Namun, kesabaran itu tidak lagi berlaku bagi para pelaku kejahatan. Hal ini disebabkan oleh tuntutan hidup yang semakin menyayat hati yang menimpa mereka. Salah satu penyebab dari kejadian-kejadian di atas adalah faktor ekonomi yang menjadi salah satu alasan orang melakukan tindak kriminal, biasanya pelaku kejahatan adalah orang yang kurang mampu, pengangguran, atau miskin. Kebutuhan dasar sehari-hari seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal tidak dapat dipenuhi dengan penghasilan yang pas-pasan atau tidak memadai. Sementara itu, kebutuhan keluarga mereka semakin hari semakin meningkat dan jumlah tanggungan yang harus dipenuhi juga tidak sedikit. Dalam situasi seperti ini, dengan keterampilan dan pendidikan yang sangat rendah, mereka terpaksa melakukan berbagai cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan adalah dengan melakukan tindak kejahatan seperti pencurian, perampokan, dan penipuan, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada harta benda dan hilangnya nyawa.
Kemudian faktor selanjutnya adalah tidak adanya hukuman yang jera dan tidak adanya rasa ketakutan terhadap saksi yang diberikan buat para pelaku kejahatan, sehingga para pelaku tersebut dengan enteng melakukan hal tersebut dan pada akhirnya tindakan kekerasan ini semakin meningkat.
Solusi dalam Islam
Islam memiliki cara untuk mengatasi setiap masalah hingga ke akarnya. Ada lima hal yang harus ditempuh mengatasi kejahatan.
Pertama, tegas menegakkan hukum atas semua pelaku kejahatan anak.
Kedua, Menyediakan lapangan pekerjaan negara berkewajiban untuk memastikan bahwa semua warga negara, terutama laki-laki yang menjadi pencari nafkah, memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Hal ini merupakan salah satu solusi untuk menjauhkan masyarakat dari pekerjaan yang dilarang dalam Islam dan berbahaya bagi manusia.
Ketiga, Memberikan pendidikan yang berkualitas. Kegagalan sistem pendidikan dibuktikan dengan banyaknya siswa yang terlibat dalam geng-geng amoral. Pendidikan berkualitas yang membentuk karakter siswa hanya dapat diperoleh jika sistem pendidikan Islam diterapkan. Generasi akan memiliki pemahaman yang kuat tentang standar benar dan salah dan tidak akan menempuh cara-cara yang haram untuk mendapatkan keinginannya.
Keempat, pembinaan untuk membentuk keluarga harmonis menjadi salah satu penyelesaian sosial yang harus menjadi perhatian negara. Masyarakat pun membutuhkan pembentukan lingkungan sosial yang tidak permisif terhadap kemaksiatan agar pelaku kejahatan anak mendapat kontrol sosial dari lingkungan sekitar berupa amar makruf nahi mungkar. Rasulullah saw. bersabda,
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا، فَلْيَغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
“Siapa saja yang menyaksikan kemungkaran, hendaknya ia mengubah kemungkaran itu dengan tangan (kekuasaan)-nya. Jika tidak mampu, dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, dengan hatinya. Hal demikian adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).
Kelima, negara memiliki kemauan mengurusi urusan Umat. Penyelesaian kejahatan membutuhkan penerapan kebijakan yang berlandaskan syariat Islam. Harus ada peraturan tegas untuk mencegah tindakn kejahatan.
Semua elemen masyarakat harus sadar akan bahaya terjadinya kejahatan. Negara harus berperan dalam menyelesaikan masalah ini dan Islam adalah satu-satunya solusi yang dapat melindungi anak-anak dan masyarakat. Negara bertanggung jawab untuk menghilangkan penyebab utama terjadinya kejahatan, yaitu penerapan ekonomi kapitalis dan penyebaran budaya liberal. Ketika institusi Islam didirikan, ini akan menjadi berkah bagi alam semesta. Anak-anak akan tumbuh dan berkembang di lingkungan yang aman dan nyaman, jauh dari bahaya yang mengancam mereka.Wallahualam.