| 16 Views
Game Online Berbahaya, Hanya Islam Solusi Tunggal
Ilustrasi game online Foto: Shutterstock
Oleh: Aisha El-Mahiroh
Semakin modern akses digital, semakin banyak game online yang masuk ke dalam benak anak-anak dan remaja. Game online yang mengandung kekerasan ini dapat merusak emosi bahkan mental seseorang. Berbagai kasus kekerasan sering terjadi akibat terinspirasi dari game online, seperti bullying, bunuh diri, teror bom, bahkan pembunuhan. Tak heran jika kasus tragis seorang anak membunuh ibu kandungnya terjadi di Medan, Sumatera Utara. Siswi SD berinisial AI (12) membunuh ibu kandungnya, F (42), diduga karena terinspirasi game online dan serial anime. Dalam game Murder Mystery Season Kills Others dan serial anime DC, AI melihat adegan pembunuhan menggunakan pisau. Oleh karena itu, AI melakukan tindak pidana tersebut dengan menggunakan pisau.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Herdian, mengungkapkan bahwa kekerasan yang dilakukan anak-anak tidak hanya disebabkan oleh game atau anime semata, namun lemahnya pendampingan dan pengawasan juga menjadi salah satu faktor terjadinya tindak pidana. Ia menilai sekolah perlu lebih memfokuskan perhatian pada pembentukan karakter dan kesehatan mental generasi muda (Detiknews, 30.12.2025).
Zaman digital yang semakin canggih dan global memberi kesempatan berbagai situs masuk tanpa kendali. Tak terkecuali game online yang dikemas semenarik mungkin, meskipun banyak mengandung unsur kekerasan dan tontonan yang tidak patut dilihat. Karena daya tariknya yang tinggi, banyak anak dan remaja menjadi kecanduan game online tanpa adanya filter sama sekali. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pola pikir, emosi, dan kondisi mental seorang anak.
Dampak buruk dari game online terlihat jelas bagi generasi. Namun, dalam sistem kapitalisme, ruang digital yang banyak diminati justru dimanfaatkan untuk meraup keuntungan besar. Para kapitalis tidak peduli terhadap banyaknya kerusakan yang terjadi akibat ruang digital tersebut, salah satunya melalui game online. Semakin banyak remaja terobsesi dengan game online, semakin parah krisis generasi saat ini.
Ironisnya, krisis generasi ini tidak dapat ditangkal oleh negara kapitalisme. Negara tidak mampu melindungi generasi dari bahaya game online yang merusak mental mereka. Mengapa negara tidak dapat melindungi? Karena upaya melindungi generasi dengan memblokir game online berbahaya sering kali tidak dilakukan. Negara enggan memblokir karena di dalam game tersebut terdapat keuntungan besar.
Solusi berupa pemblokiran game berbahaya secara tegas hanya dapat dilakukan dalam sistem Islam di bawah naungan negara Islam. Mengapa demikian? Karena Islam mewajibkan negara untuk menjaga dan melindungi generasi dari berbagai bentuk kerusakan. Keberadaan ruang digital yang dikendalikan oleh kapitalis global harus dilawan dengan peraturan Islam yang sempurna.
Dalam Islam, kerusakan negara dapat diperbaiki dengan ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan perlindungan negara. Setiap individu dijaga akidah dan ketakwaannya, serta diawasi oleh masyarakat melalui amar ma’ruf nahi mungkar. Dengan Islam, kerusakan dapat diatasi sesuai dengan perintah Allah dan mampu melahirkan generasi yang cemerlang dan berkualitas.