| 13 Views

Era Digital yang Semakin Meluas, Namun Kerusakan Remaja Semakin Luas, Apa Akibatnya?

Oleh: Abdilla Ma’arifah

Di zaman serba digital dan modern ini, banyak konten pornografi, bullying, dan gaya hidup liberal yang disuguhkan media sosial kepada para remaja dan anak-anak. Akibatnya, kasus tindak kriminal semakin meningkat di kalangan remaja. Tak jarang pula media memaparkan kasus rapuhnya mental anak saat menghadapi permasalahan hidup. Hal ini terjadi karena pengaruh media sosial yang terus digadang-gadang dan semakin menekan kondisi psikologis mereka.

Sebenarnya, ruang digital media sosial bukanlah penyebab utama dari masalah yang tengah dialami remaja dan anak-anak saat ini. Media sosial hanya mempertebal emosi dan perasaan terhadap suatu hal. Akar utama dari permasalahan yang dihadapi remaja saat ini adalah penerapan sistem kapitalisme-sekulerisme. Dengan menjauhkan agama dari kehidupan, sistem ini menjadikan anak bermasalah dari berbagai sisi.

Meski kini akses media sosial mulai dibatasi, hal tersebut ternyata bukanlah solusi yang komprehensif. Sebab, kebijakan ini hanya bertumpu pada aspek media, bersifat parsial, dan tidak menyentuh akar masalah.

Pada hakikatnya, perilaku manusia dipengaruhi oleh pemahamannya, bukan semata-mata dipengaruhi oleh media sosial. Media sosial hanyalah bentuk madaniyah dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, media sosial dapat dipengaruhi oleh ideologi yang melatarbelakanginya.

Seharusnya, negara membangun benteng keimanan yang kuat dan kokoh dalam diri setiap generasi melalui sistem pendidikan yang tepat, agar mereka mampu lebih bijak dalam menentukan sikap. Selain melalui pendidikan, negara khilafah akan menerapkan sistem syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan sehingga mampu mewujudkan kondisi yang membentuk generasi taat dan tangguh.

Peran bersama dari seluruh generasi tentu sangat dibutuhkan untuk bersama-sama memahami dan memperjuangkan tegaknya negara Islam.


Share this article via

6 Shares

0 Comment