Opini

Saatnya Umat Bersatu Membangun Kekuatan Global

17 Jun 2026  |  32 Views

Oleh: Bu Eti

Amerika Serikat menyerang Iran diawali pada tanggal 28 Februari 2026. Serangan tersebut menargetkan sejumlah fasilitas militer, pemerintahan, dan nuklir.

Iran pun telah melakukan serangan balasan dengan rudal dan drone, bahkan melakukan penutupan Selat Hormuz untuk kapal-kapal AS dan sekutunya. Sedangkan keberadaan Selat Hormuz merupakan jalur minyak dunia. Dikutip dari Buletin Kaffah (17/04/2026).

Di saat masa gencatan senjata Iran-AS masih berlangsung, sungguh sayangnya klausul gencatan senjata yang dilakukan sama sekali tidak menyinggung permasalahan Palestina dan Gaza. Iran hanya fokus untuk kepentingan negerinya sendiri. Semua yang dilakukan oleh Iran telah membuktikan bahwa Iran tidak sepenuhnya mewakili kepentingan kaum Muslimin di seluruh dunia.

Saat ini kondisi Amerika mulai kewalahan dan mengalami tekanan geopolitik, serta telah gagal secara militer. Di saat sekutunya terus terjebak dalam krisis yang berkepanjangan, tiba-tiba muncul kebijakan “inspiratif damai” dari para penguasa negeri-negeri Muslim dan banyak rezim penguasa Muslim. Tujuannya bukan untuk menyelamatkan umat, tetapi untuk menyelamatkan musuh-musuh umat Muslim.

Fakta berbicara dan telah terbukti bahwa yang mereka lindungi adalah stabilitas hegemoni Amerika. Seperti sejarah Afganistan, siapa yang telah mengemas kekalahan menjadi kesepakatan damai? Jawabnya telah terbukti, yaitu para penguasa Muslim itu sendiri yang telah mengkhianati dan menyakiti umat Islam.

Sesungguhnya umat Islam memiliki potensi dan kekuatan yang sangat besar jika umat Muslim mau bersatu di seluruh dunia. Namun, hingga saat ini, negeri-negeri kaum Muslim sedang dijajah oleh imperialis Barat. Ini semua adalah akibat negeri-negeri Muslim tercerai-berai dalam ikatan yang sempit, yaitu ikatan nasionalisme.

Solusi yang mendasar adalah umat Muslim saat ini membutuhkan seorang pemimpin untuk mempersatukan umat di seluruh dunia. Sejak keruntuhan institusi politik Islam global, yaitu Khilafah, keberadaan umat Muslim saat ini lemah, mudah diadu domba, sehingga tercerai-berai.

Dengan demikian, untuk memiliki seorang pemimpin yang jujur, berani, dan tegas, hanya dapat diwujudkan dalam sistem Islam secara kaffah dalam institusi naungan negara Khilafah.

Wallahu a’lam bishawab.

Komentar

0 Komentar

Bagikan Facebook WhatsApp X Telegram
93
Shares