| 39 Views
#Perang AMIS - Iran : Persatuan Muslim Dunia Mampu Tumbangkan Hegemoni Global
Oleh : Cokorda Dewi
Berita tentang klaim kemenangan Iran melawan Amerika dan Israel (AMIS), menyebar di berbagai media sosial.
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan, bahwa mereka memenangkan perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, setelah berperang selama 40 hari lebih. Iran telah membuat AS terpaksa menerima pengajuan proposal 10 kerangka tuntutan gencatan senjata, sebagai dasar negosiasi yang akan berjalan. Kerangka tuntutan mencakup antara lain: jaminan negosiasi, pengakuan hak Iran dalam memperkaya uranium, pencabutan semua sanksi AS, penarikan pasukan AS dari Timur Tengah, dan pengakhiran permusuhan di semua lini, termasuk di Lebanon (antaranews.com, 12-04-2026).
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi, bahwa ada kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu, yang dimediasi oleh Pakistan. Kesepakatan ini diklaim sebagai kemenangan bagi Teheran. Gencatan senjata tercapai setelah Amerika Serikat menyetujui 10 poin tuntutan Iran (mediaindonesia.com, 08-04-2026).
Pihak Iran mengklaim, bahwa kemenangan Iran akan dikonsolidasikan dalam perundingan mendatang di Pakistan, dan akan membuka kembali Selat Hormuz.
Sedangkan Amerika mengatakan, bahwa kemenangan militer AS telah membuat militer Iran tidak lagi efektif untuk tahun‑tahun mendatang. Sementara Israel mengatakan, gencatan senjata tidak termasuk Lebanon, dan pihaknya tengah melancarkan serangan terbesar di Lebanon sejak operasi daratnya dimulai (bbc.com, 08-04-2026).
Perang antara AMIS dan Iran, bukan sekedar perang antar negara. Akan tetapi merupakan persoalan umat muslim. Amerika adalah negara yang nyata-nyata memerangi kaum muslimin. Memiliki andil besar dalam menumpahkan darah para syuhada di negeri-negeri kaum muslim, seperti Palestina, Suriah, Lebanon, Yaman, dan Iran. Dalam Islam, nyawa kaum muslim sangatlah berharga. Sebagai umat muslim harus membela saudara-saudara muslim lainnya, ketika mereka diserang oleh musuh Islam. Sebagaimana sabda Rosulullãh, bahwa umat muslim sebagai satu tubuh, jika ada bagian yang sakit, maka bagian tubuh yang lainnya ikut merasakan sakit. Maka jihad fii sabilillah menjadi suatu kewajiban dalam kondisi saat ini. Akan tetapi hal ini tidak dapat dilakukan, karena belum adanya seorang khalifah di tengah umat muslim.
Gencatan senjata antara AMIS dan Iran terlihat rapuh, sebab mereka mengklaim saling mengalahkan. Dan gencatan senjata ini akan segera runtuh, jika AMIS dan Iran tidak menemui kesepakatan.
Amerika tetap tidak memperbolehkan Iran memiliki senjata nuklir, sementara Israel dibiarkan mengembangkan senjata nuklirnya.
Amerika menginginkan Iran berhenti total dalam pengembangan tekhnologi nuklir, namun Iran tetap akan mengembangkannya untuk tekhnologi sipil. Iran menuntut Amerika mencairkan dana Iran yang dibekukan sebesar US$ 120 M, dan membuka embargo atau tekanan pada Iran. Sementara zonis Israel tetap menyerang Lebanon, untuk menghancurkan peluncuran rocket Hizbullah. Para kafir penjajah menganggap bahwa Hizbullah, Hamas adalah sekutu Iran. Para kafir penjajah tidak menginginkan adanya persatuan di kawasan regional tersebut, sebab akan sangat menyulitkan posisi mereka untuk menguasai dan mengendalikan kawasan tersebut.
Tujuan AS dalam serangannya ke Iran, adalah menjadikan Iran sebagai negara yang tunduk kepada AS. Melalui embargo ekonomi Iran, AS ternyata tak mampu mengendalikan Iran. Untuk itulah serangan ini dilancarkan pihak AS pada Iran. AS ingin mengontrol tekhnologi nuklir Iran, dan situasi kawasan regional. AS ingin dapat mengendalikan komoditas minyak dan gaz di kawasan tersebut, dan mengambil alih pusat ekspor minyak Iran.
Pernyataan Trump yang berubah-ubah, yang menyatakan akan mampu menguasai Iran setelah pemimpinnya tewas dalam waktu empat hari, sebagaimana yang dilakukannya di Venezuela. Dan kemudian akan memberikan tenggat waktu untuk melancarkan ancamannya kepada Iran. Akan tetapi kenyataannya, Iran tetap tidak mau tunduk pada AS, dan sangat mampu bertahan hingga saat ini.
Lima belas poin yang diajukan Trump kepada Iran telah ditolak, yaitu tentang pemberhentian total pengayaan uranium, dan menyerahkan uranium yang diperkaya kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA), serta menghentikan dukungan pada sekutu regional. Poin dari AS ini menunjukkan keinginan AS agar Iran menyerahkan diri secara total. Namun Iran pun memiliki sepuluh poin yang harus disepakati oleh pihak AS, yang menunjukkan bahwa Iran menolak tunduk pada AS.
Target AMIS untuk melumpuhkan perlawanan negeri-negeri kaum muslimin, termasuk di Gaza, dalam rangka menguasai seluruh kekayaan alamnya, akan dapat dipatahkan jika umat muslim dunia bersatu padu.
Pertahanan dan perlawanan Iran pada hegemoni global, bisa menjadi pelajaran bagi umat muslim dunia, bahwa kekuatan hegemoni global dapat diruntuhkan. Iran telah membuktikannya. Apalagi jika seluruh umat muslim dunia bersatu padu dalam naungan seorang khalifah, maka umat muslim akan sangat mampu mengalahkan musuh-musuh Islam, dan membebaskan saudara-saudara muslim dari cengkraman para kafir penjajah.
Sistem yang digunakan di dunia saat ini adalah sistem sekuler kapitalis, yang terbukti merusak di segala bidang, termasuk akhlak dan moral manusia. Sudah saatnya dunia berganti sistem, menggunakan sistem yang dibuat oleh Sang Pencipta, Allah Swt. Melalui sistem ini, yaitu sistem Islam akan memberikan perubahan yang lebih nyata. Allah akan menurunkan berkah dari bumi dan langit. Akan dapat mempersatukan umat muslim dunia, dibawah kepemimpinan seorang khalifah, yang dapat berperan sebagai ra'in dan junnah. Dapat menyeru jihad fii sabilillah pada seluruh umat muslim, untuk melawan kezaliman para kafir penjajah, dan membebaskan saudara-saudara muslim dari cengkraman musuh-musuh Islam.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, jika mereka tidak mengubah keadaan mereka sendiri (QS. Ar Ra'd : 11).
Wallahu'alam bishshowab.