| 59 Views
Pembacokan Berantai, Buah dari Rusaknya Iman dalam Kapitalis-Sekuler
Oleh : Fathimatuzzahra H
Di lansir dari NewsTasikmalaya.com. Sob, tahu tidak sih, warga desa Sukadana, kecamatan pagerageung, kabupaten Tasikmalaya, di gemparkan oleh peristiwa pembacokan. Di mana kejadian tersebut dilakukan oleh seorang pria kepada anggota keluarganya sendiri. Mirisnya pelaku diduga merupakan menantu korban keluarga tersebut. Secara brutal pelaku membacok kedua mertuanya, istri, anak, dan termasuk iparnya sendiri pada Sabtu (19/7/2025).
Insiden ini terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di saat sebagian warga masih dalam suasana tenang di pagi hari. Namun, ketenangan itu berubah menjadi kepanikan sob, ketika terdengar suara teriakan minta tolong dari rumah korban. Lalu, warga yang berdatangan pun menemukan tubuh para korban yang sudah tergeletak tak berdaya, juga bersimbah darah dengan luka yang serius di beberapa bagian tubuh itu sob.
Ngeri tidak sob? Naudzubillah mindzalik, semoga kita dijauhkan dari perbuatan bacok - bacokan ya sob. Terus korban dalam peristiwa ini terdiri dari :
1. Omo, ayah mertua pelaku yang mengalami luka di kepala dan tangan.
2. Istri pelaku yang menderita luka parah di bagian leher dan tubuh.
3. Anak pelaku yang masih balita juga menjadi korban dan saat ini dalam perawatan.
4. Ipar pelaku yang menderita luka di bagian kepala.
5. Ibu mertua korban.
Di sisi lain tiga korban dirawat di RSUD dr.Soekardjo Tasikmalaya, satu dirujuk ke RS Prasetya Bunda, dan satu lainnya di rawat di klinik Suryalaya. Di ketahui pelaku yang berinisial A sempat menginap di rumah korban beberapa hari sebelum kejadian. Namun, menurut informasi dari warga, A yang dikenal memiliki riwayat gangguan jiwa dan, sebelumnya sering merantau ke luar kota sob. Kemudian, usai melakukan aksi pembacokan, pelaku langsung melarikan diri dan hingga kini masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian.
Sob, penyebab hakiki dari permasalahan ini bukan karena faktor ekonomi, penceraian, ataupun pihak ketiga, melainkan akibat dari penerapan sistem kapitalisme yang sudah mulai terlihat kebobrokannya. Kapitalisme, merupakan ideologi yang di terapkan sekarang. Sedangkan ideologi tersebut mengadopsi dari pemahaman barat, yang lazimnya buatan manusia dengan ciri khas memisahkan aturan agama dari kehidupan (Sekularisme). Sob coba kita perhatikan, orang mana coba, yang tidak stres kalo penerapan Undang-Undang bernapaskan sekularisme dan materialisme yang membuat tekanan hidup dari hari ke hari semakin sulit dan berat.
Astaghfirullah adanya peristiwa ini cukup mengerikan bagi kita dan menjadi pembelajaran. Bahwa ketika kita jauh dari ajaran IsIam, maka iman kita tentu akan di kendalikan oleh hawa nafsu. semoga Allah Swt melindungi dari perbuatan yang tak terpuji. Ada pun ketika di uji dari pendapatan yang pas-pasan atau mungkin kurang, karena mahalnya kebutuhan hidup, bahkan meminimalkan pengeluaran biar bisa bertahan dalam kondisi krisis yang semakin berat, tentun tidak menjadikan kita lemah iman. Sayang seribu sayang, tidak semua keluarga bisa bertahan dalam kondisi saat ini, banyak dari mereka karena beratnya himpitan ekonomi, pada akhirnya hawa nafsu mengendalikannya, lalu meluapkan amarah pada pasangannya sendiri.
Kasus pembacokan ini tentu bukan faktor internal saja, melainkan akibat penerapan sistem kapitalisme yang menyengsarakannya. Dengan adanya paham kebebasan, membuat pasangan suami istri merasa bebas bergaul dengan yang bukan pasangannya. Akhirnya keinginan selingkuh pun terlintas di pikirannya. Bahkan akibat adanya pihak ketiga, banyak pasangan yang tega menghilangkan nyawa istri bahkan keluarganya sendiri.
Sistem kapitalis-sekuler adalah akar dari setiap permasalahan. Salah satunya kasus tersebut. Kapitalis telah menjadikan manusia hidup hanya untuk kesenangan duniawi. Begitu pun dengan mahalnya biaya hidup, sulitnya mendapatkan pekerjaan, menyebabkan banyak pengangguran yang berdampak pada rendahnya ekonomi. Itulah buah dari sistem ekonomi kapitalis. Di tambah sistem sekuler yang menjadikan manusia jauh dari agamanya. Sehingga melahirkan manusia yang rusak iman juga akhlaknya.
Walhasil, peristiwa tersebut harusnya bisa membuka mata kita selebar mungkin, bahwa sistem kapitalisme ini membuat hidup rakyat semakin sempit. Pasangan saat ini tidak ubahnya seperti mainan yang kalo sudah tidak di sukai langsung di campakkan. Inilah potret bukti kebobrokan sistem kapitalisme sekularisme yang menyengsarakan, ideologi yang tidak mampu menciptakan suasana hubungan yang sakinah, mawadah, dan warahmah dalam hubungan kekeluargaan.
Jadi, solusi dari kasus pembacokan di atas yaitu, tidak lain adalah kembali kepada Islam yang sempurna dalam mengurus segala aspek kehidupan di dunia ini ya sob. Suatu ideologi yang mampu mengontrol emosi atau naluri manusia yaitu akidah IsIam. Kita sebagai muslim ya sob, wajib meyakini bahwa Islam mampu memecahkan problem kehidupan. Salah satunya mengatasi hawa nafsunya. Karena Islam mengajarkan setiap mukmin untuk senantiasa mengontrol nalurinya dengan cara mengikuti aturan Islam. Bisa di gambarkan bagaimana sistem Islam tegak. Masalah apa pun salah akan di tuntaskan hingga akarnya. Sehingga kasus serupa akan terminimalisir, bahkan tidak ada.
Allah SWT menjadikan akidah Islam sebagai landasan bagi setiap individu mukmin buat mengikuti aturan Allah Swt. jadi, kalo keyakinannya sama Allah sudah benar-benar kuat, suami istri akan berusaha menahan diri dengan bersabar dalam menghadapi segala kesulitan yang menimpa mereka berdua. Mereka pasti selalu yakin, karena tidak ada sesuatu yang bakal menimpa mereka, kecuali atas kehendak Allah Swt. Sob, mereka bakal memahami bahwa setiap permasalahan di hadapi dengan kesabaran, insya Allah akan membuahkan pahala, sebagai tabungan di akhirat kelak.
Sob, tahu tidak, Islam memiliki penyelesaian yang sempurna. Penerapan sistem ekonomi Islam bikin hidup tercukupi. Jadi, tidak akan muncul namanya masalah sulitnya ekonomi. Penerapan aturan sosial juga akan meminimalkan angka penceraian, perselingkuhan, maupun masalah lainnya.
Kemudian, semua pemenuhan itu sudah jadi tanggung jawab negara ya sob. Negara pun menjadikan Islam sebagai rujukan juga menerapkan aturan Islam secara kaffah (keseluruhan). Dengan begitu, negara akan senantiasa menjaga masyarakat dengan keimanan kepada Allah Swt juga termasuk dalam masalah rumah tangga.
Maka kesimpulannya ialah, jika seorang muslim hendak berbuat sesuatu, maka ia akan berpikir dahulu, ada hadits yang berbunyi "berbicaralah dengan ucapan yang baik atau diam." Di akhir, tetap semangat ya dalam memperjuangkan Islam secara kaffah, sampai nanti Negara Khilafah Rasyidah Al - Islamiyyah tegak kembali di dunia ini. Takbir!!!
Wallahu'alam Bishawab