| 249 Views
Palestina Membutuhkan Bantuan Nyata
Oleh : Salma Hajviani
Penjajahan Zionis terhadap Palestina masih terus berlangsung, dan kembali menelan korban. Anak-anak sekolah tak berdosa pun menjadi target serangan. Rusaknya sekolah-sekolah, banyaknya guru yang syahid membuat anak-anak Palestina tidak lagi mendapatkan pendidikan yang layak, sarana prasarana layak dan kurikulum yang layak. Sungguh bentuk kekejian yang nyata.
Serangan brutal Israel di Palestina sejak 7 Oktober 2023 mengakibatkan lebih dari 11.825 pelajar tewas, menurut laporan Kementerian Pendidikan Palestina pada Selasa (29/10/2024) lalu. Pelajar yang terbunuh tersebut tidak hanya yang ada di Gaza, melainkan di Tepi Barat. Sementara di Tepi Barat, 79 siswa sekolah dan 35 mahasiswa tewas, serta ratusan orang terluka dan ditahan oleh kedua kelompok tersebut. (Detik.com 1/11/24)
Kementerian Pendidikan Palestina mengungkapkan bahwa di Gaza, pembunuhan terhadap anak usia sekolah mencapai 11.057 jiwa dan lebih dari 16.897 lainnya terluka. Pada kalangan mahasiswa, sebanyak 681 orang terbunuh dan 1.468 orang lainnya luka-luka, sebagaimana dilansir Anadolu Ajansı, Jumat (1/11/2024).
Dalam laporan Kementerian Pendidikan Palestina, pembunuhan oleh serangan Israel juga menyasar ke pengajar dan staf yang ada di lembaga pendidikan. Di Gaza, sebanyak 441 guru dan staf sekolah terbunuh dan 2.491 lainnya luka-luka. Kemudian di Tepi Barat, dua staf sekolah tewas, 17 luka-luka, dan 139 lainnya ditahan.
Sementara AS terus memberikan dukungan kepada Zionis, demi mengalahkan Palestina. AS bahkan secara nyata menunjukkan keberpihakannya saat dunia memprotes kebiadaban mereka. PBB, yang polisi menjadi dunia, ternyata tak berkutik untuk menyelamatkan Gaza dari genosida yang dilakukan Israel. PBB yang berdiri dengan visi mencegah konflik antarnegara dan agar perang besar yang serupa dengan Perang Dunia II tidak kembali terjadi. Akan tetapi tujuan sebenarnya adalah untuk mempertahankan negara-negara adidaya dan mencegah negara lain untuk hadir sebagai pesaing.
Menjaga perdamaian hanyalah slogan yang terus diulang-ulang negara adidaya. Nyatanya, itu tidak lebih dari sekadar dalih untuk mencegah negara lain bebas dari penjajahan seraya memuluskan kepentingan mereka dengan sekutunya.
Inilah yang kita saksikan pada Palestina hari ini. Alih-alih menjaga perdamaian dunia, PBB justru menjadi lembaga di mana negara adidaya mempertontonkan kemesraannya dengan sang penjagal.
Namun hal yang sama juga kita saksikan bahwa penguasa-penguasa negeri kaum muslim hanya diam dan bungkam. Pembelaan yang mereka berikan hanya sekedar kata-kata dan kecaman. Yang dengan kecaman itu sungguh tidak akan pernah menghentikan berbagai penindasan yang menimpa Gaza dan negeri-negeri kaum muslim lainnya.
Apalah daya, karena sekat nasionalisme ini menjadikan penguasa negeri-negeri kaum muslim hanya mementingkan negeri masing-masing dan tidak peduli dengan negeri muslim lainnya. Hal inilah yang menyebabkan mereka tidak peduli dengan tragedy yang terjadi di Gaza Palestina dan negeri-negeri muslim lainnya.
Selain adanya sekat nasionalisme, para penguasa negeri-negeri muslim itu terlibat dalam hubungan diplomatic dengan Zionis Yahudi. Maka inilah yang menjadi penyebab para penguasa negeri-negeri muslim diseluruh dunia diam tak berkutik melihat semua pembantaian yang ada didepan mata mereka.
Maka, sejatinya kaum muslim tidak boleh berdiam diri. Mereka punya kewajiban untuk membela dan menolong rakyat Palestina. Karena mereka itu bersaudara, mereka dipersatukan karena ikatan akidah. Dan persaudaraan itu tidak memiliki batas-batas negara, selama aqidahnya sama maka sesungguhnya kita bersaudara.
Karena bersaudara Kaum Muslim diperintahkan untuk saling mencintai, menyayangi dan tidak boleh saling mendzolimi. Begitu pula tidak boleh membiarkan saudaranya terdzalimi. Kaum muslim harus saling membela. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, haram mendzalimi dan menyerahkan kepada musuh…" (HR.Bukhari-Muslim).
Oleh Karena itu sikap seharusnya terhadap Israel yang telah merampas tanah Palestina adalah sebagaimana yang telah Allah SWT perintahkan, yakni perangi dan usir! Demikian sebagaimana firman-Nya:
“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum Mukmin.” (TQS. At-Taubah [9]: 14).
Palestina membutuhkan persatuan umat Muslim seluruh dunia dalam menghadapi Israel. Membutuhkan jihad dan khilafah, sistem pemerintahan Islam yang menyangkut pengaturan politik secara global yang menyatukan kembali sekat-sekat nasionalisme. Karena sejatinya seorang pemimpin Islam (khalifah) mempunyai tanggung jawab dan berkewajiban untuk berjihad memerangi orang-orang yang menjajah dan mendzolimin kaum muslim.
Selain itu juga dalam sistem negara islam (khilafah) berkewajiban untuk membangun kesadaran politik Islam dengan dakwah pemikiran. Salah satunya melalui sistem pendidikan Islam dalam naungan khilafah. Karena melalui sistem pendidikan yang berbasis akidah islam akan terbentuk berkepribadian Islam melalui pola sikap dan pola pikir sejak dini. Dan senantiasa mengajak umat untuk menerapkan kembali syariat Islam. Dengan pendidikan islam dalam Khilafah, setiap muslim akan selalu menyeru kepada kebenaran.
Oleh sebab itu, persatuan umat Muslim seluruh dunia dalam naungan khilafah saat ini adalah solusi bagi Palestina. Selain itu, umat Islam membutuhkan khalifah sebagai perisai umat Islam.
Wallahu a'lam bishawab